Pari barong yang sangat terancam punah dilepaskan di lepas pantai Taitung

24/06/2026 11:12(Diperbaharui 24/06/2026 11:12)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Seekor hiu pari yang sangat terancam punah dilepaskan di lepas pantai Kabupaten Taitung, Taiwan bagian timur pada hari Senin. (Sumber Foto : Dokumentasi Direktorat Jenderal Konservasi Laut). 
Seekor hiu pari yang sangat terancam punah dilepaskan di lepas pantai Kabupaten Taitung, Taiwan bagian timur pada hari Senin. (Sumber Foto : Dokumentasi Direktorat Jenderal Konservasi Laut). 

Kaohsiung, 24 Jun. (CNA) Seekor pari barong yang sangat terancam punah dan lahir di Singapura dari induk yang berasal dari perairan lepas pantai timur Taiwan telah dipasangi penanda satelit dan dilepaskan di lepas pantai Taitung pada hari Senin (22/6) sebagai bagian dari inisiatif konservasi lintas negara, kata Direktorat Jenderal Konservasi Laut  (OCA) pada hari Selasa.

Anak ikan pari barong (波口鱟頭鱝) atau dikenal dengan bowmouth guitarfish, disediakan oleh Singapore Oceanarium di Resorts World Sentosa, di mana seekor induk betina ikan tersebut yang berasal dari Taiwan timur melahirkan beberapa anak pada tahun 2025, kata OCA.

OCA mengatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk mendukung populasi liar dengan melepaskan keturunan yang dibesarkan di akuarium umum setelah mereka melewati tahap awal kehidupan yang rentan di bawah perawatan profesional.

Anak ikan tersebut tiba di Taiwan pada 4 Juni dan dirawat di fasilitas di Taoyuan dan Pingtung sebelum dipindahkan ke Pelabuhan Perikanan Chenggong di Kabupaten Taitung pada hari Senin, kata OCA.

Setelah kondisinya dipastikan stabil, para peneliti memasang penanda satelit sebelum membawa ikan tersebut ke lepas pantai dengan kapal riset dan melepaskannya ke alam liar, menurut OCA.

Direktur Jenderal OCA, Lu Shiau-yun (陸曉筠), mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan upaya untuk melestarikan spesies tersebut, dan data yang dikumpulkan dari penanda satelit mengenai perilaku dan penggunaan habitatnya akan membantu perencanaan konservasi di masa depan.

OCA mengatakan bahwa proyek konservasi lintas negara ini melibatkan beberapa tim domestik dan internasional. National Museum of Marine Biology and Aquarium membantu dalam transportasi dan perawatan pra-pelepasan, sementara tim dari National Kaohsiung University of Science and Technology melakukan pemasangan penanda dan pelepasan.

Menurut OCA, bowmouth guitarfish adalah spesies pari, bukan hiu, meskipun memiliki nama panggilan dalam bahasa Mandarin seperti "ikan hiu sendok nasi" dan "ikan hiu tapal kuda." Ciri khasnya adalah mulut berbentuk gelombang dan kepala bulat yang menyerupai tapal kuda.

Spesies ini tersebar dari Samudra Hindia hingga Pasifik barat dan di Taiwan ditemukan terutama di perairan lepas pantai timur dan sekitar Penghu. Biasanya menghuni daerah berbatu dan terumbu karang, memakan krustasea seperti lobster yang diburunya di celah-celah batu.

Bowmouth guitarfish berkembang biak secara ovovivipar, artinya embrionya berkembang di dalam telur yang menetas di dalam tubuh induknya. Mereka biasanya menghasilkan dua hingga sebelas anak per kelahiran. Anak yang baru lahir berukuran sekitar 46-48 sentimeter, sedangkan dewasa dapat tumbuh hingga sekitar 2,7 meter.

Spesies ini terdaftar sebagai Kritis Terancam Punah (CR) dalam Daftar Merah Uni Internasional untuk Konservasi Alam  (IUCN).

(Oleh Chang Yi-lien, Evelyn Kao dan Miralux)  

>Versi Bahasa Inggris
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.