Pemengaruh Taiwan ditahan pasca diduga mengemudi dalam pengaruh narkoba saat jemput putrinya

24/06/2026 11:49(Diperbaharui 24/06/2026 11:49)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Sebuah kendaraan menabrak di Distrik Taoyuan, Taoyuan hari Senin. (Sumber Foto : Kantor Polisi Taoyuan)
Sebuah kendaraan menabrak di Distrik Taoyuan, Taoyuan hari Senin. (Sumber Foto : Kantor Polisi Taoyuan)

Taoyuan, 24 Jun. (CNA) Seorang pemengaruh pengasuhan anak akan ditahan dua bulan pasca diduga mengemudi di bawah pengaruh narkoba saat mengalami kecelakaan di Taoyuan ketika menjemput putrinya pulang, menurut keputusan pengadilan hari Selasa (23/6) atas permintaan kejaksaan.

Menurut kepolisian, wanita bermarga Lin (林) tersebut pada Senin malam menabrak dua mobil penumpang pribadi, kemudian menerobos ke sebuah toko helm di tepi jalan di persimpangan Jalan Chunri dan Jalan Zhongshan Timur, Distrik Taoyuan, hingga menghancurkan kaca etalasenya, tanpa adanya korban luka.

Wakil Kepala Stasiun Polisi Wuling, Wu Chien-wei (吳建葦) hari Senin mengatakan petugas mendapati kondisi Lin tidak normal, dan hasil tes menunjukkan reaksi positif terhadap narkoba. Polisi juga menemukan kartrid rokok elektrik yang mengandung etomidate serta barang bukti terkait lainnya di kendaraan, ujarnya.

Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan hari Selasa, yang menerima kasus ini, melakukan pemeriksaan lanjutan dan menilai Lin sangat diduga melanggar tindak pidana membahayakan keselamatan umum karena mengemudi di bawah pengaruh narkoba, serta melanggar Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika.

Kejaksaan juga menilai perbuatannya menimbulkan ancaman besar terhadap keselamatan putri kecilnya maupun masyarakat umum, sehingga langsung mengajukan permohonan penahanan kepada pengadilan.

Pengadilan Distrik Taoyuan Taiwan pada Selasa larut malam mengabulkan permohonan penahanan selama dua bulan dengan alasan Lin diduga terus menggunakan narkoba dan memiliki risiko tinggi untuk mengulangi perbuatannya.

Dalam alasan putusannya, pengadilan menyebutkan bahwa selain mengakui pernah menggunakan narkoba, terdapat pula bukti berupa alat tes cepat dan catatan penegakan hukum yang mendukung tuduhan, sehingga terdapat dugaan kuat bahwa tindak pidana memang telah dilakukan.

Polisi juga menyita narkoba dan alat penggunaannya dari dalam kendaraan, dan Lin dapat menjelaskan dengan jelas cara mengonsumsi zat terlarang itu, kata pengadilan, sehingga pihaknya menilai hal itu sulit dianggap sebagai penggunaan yang bersifat insidental.

Mengingat narkoba memiliki tingkat ketergantungan dan potensi penyalahgunaan yang tinggi, sementara Lin tetap mengemudi setelah mengonsumsinya, hal itu menunjukkan kemampuan pengendalian dirinya lemah dan terdapat kemungkinan ia akan kembali melakukan tindak pidana serupa, menurut pengadilan.

Polisi juga menemukan Lin tampak linglung saat turun dari kendaraan, dan insiden lalu lintas yang dipicunya termasuk tabrakan dengan pengguna jalan dan kendaraan lain serta menerobos masuk ke toko, sehingga menimbulkan bahaya yang tidak ringan, catat pengadilan.

Dengan mempertimbangkan tingkat keseriusan tindak pidana dan prinsip proporsionalitas, kata pengadilan, pihaknya menilai terdakwa berisiko mengulangi tindak pidana yang sama, sehingga terdapat alasan dan kebutuhan untuk melakukan penahanan.

Sayangi hidup, jauhi narkoba. Untuk memperoleh informasi mengenai rehabilitasi ketergantungan narkoba dan bantuan profesional, mohon hubungi pusat pencegahan bahaya narkotika melalui layanan saluran siaga 0800-770-885.

(Oleh Ricky Wu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.