Bagi seorang gadis Nigeria dengan cacat lahir langka, Taiwan beri jalan keluar

24/06/2026 12:55(Diperbaharui 24/06/2026 12:55)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Pengawas TMUH Shih Chun-ming (ketiga dari kanan), Direktur Bedah Anak TMUH Huang Fu-huan (kedua dari kanan), gadis Nigeria Miracle (tengah depan), dan ibunya Jennifer (keempat dari kiri) di konferensi pers di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)
Pengawas TMUH Shih Chun-ming (ketiga dari kanan), Direktur Bedah Anak TMUH Huang Fu-huan (kedua dari kanan), gadis Nigeria Miracle (tengah depan), dan ibunya Jennifer (keempat dari kiri) di konferensi pers di Taipei pada Senin. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)

Taipei, 24 Juni (CNA) Seorang gadis Nigeria yang lahir tanpa lubang anus normal kini dapat makan dan membuang limbah padat secara normal untuk pertama kalinya dalam hidupnya, berkat dukungan Taipei Medical University Hospital (TMUH) dan organisasi nirlaba Taiwan.

Dalam konferensi pers pada Senin (22/6), rumah sakit merayakan keberhasilan pengobatan Miracle, seorang gadis Nigeria berusia 7 tahun yang lahir dengan anus imperforata, kondisi bawaan langka yang memengaruhi sekitar satu dari 5.000 kelahiran, menurut Institut Kesehatan Nasional Amerika Serikat.

Pertemuan pertamanya dengan Taiwan terjadi pada 2024, ketika Liu Ping-hung (劉秉泓), seorang dokter bedah umum dari Taiwan Roots Medical Peace Corps (TRMPC), melihatnya di antara kerumunan orang yang menunggu bantuan di klinik gratis TRMPC di Nigeria.

Karena keterbatasan sumber daya medis di komunitasnya, Miracle telah hidup dengan stoma sementara -- sebuah lubang, biasanya di perut, yang dibuat ketika sistem pencernaan tidak berfungsi -- sejak lahir untuk mengelola fungsi tubuh hariannya.

Ibunya, Jennifer, mengatakan kesulitan keuangan membuat keluarga mereka tidak mampu membeli kantong ostomi -- kantong khusus yang dirancang untuk menampung limbah dari stoma -- sehingga mereka terpaksa menutupi stoma dengan popok atau bahkan hanya perban.

Ketika kondisinya memburuk, mereka berulang kali mencuci dan menggunakan kembali perban karena tidak mampu membeli pengganti, kata Jennifer.

Miracle juga mengalami keterlambatan perkembangan dan pembengkakan perut, serta menghadapi diskriminasi akibat kondisinya saat tumbuh besar, ujar sang ibu.

Gadis Nigeria Miracle (kiri) dan ibunya Jennifer (kanan) menghadiri konferensi pers di TMUH di Taipei hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)
Gadis Nigeria Miracle (kiri) dan ibunya Jennifer (kanan) menghadiri konferensi pers di TMUH di Taipei hari Senin. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)

Setelah mengetahui situasinya, Ketua TRMPC Liu Chi-chun (劉啟群) memprakarsai rencana untuk membawa Miracle ke Taiwan guna menjalani pengobatan.

Ketua TMUH dan Sentec Group Huang Chao-hui (黃釗輝) akan menanggung biaya pengobatannya, TRMPC akan membayar tiket pesawat dan biaya hidup, dan Ronald McDonald House Taiwan, Merry House Social Welfare Foundation, serta relawan lainnya akan menyediakan akomodasi dan perawatan harian, menurut TRMPC.

Demi mengobati Miracle, Direktur Bedah Anak TMUH Huang Fu-huan (黃富煥) membentuk tim multidisiplin, termasuk spesialis perawatan intensif anak, radiologi, dan layanan medis internasional, untuk mengembangkan rencana pengobatan bagi Miracle.

Rencana tersebut dijalankan dalam dua tahap selama empat bulan setelah Miracle tiba di Taiwan pada Maret. Prosedur tersebut meliputi anorektoplasti, yang memperbaiki malformasi anorektal, rekonstruksi anus, dan penutupan akhir stoma.

Huang menggambarkan pengobatan ini sebagai keberhasilan yang memulihkan fungsi usus Miracle, yang akan membantu meningkatkan kualitas hidupnya dan membangun fondasi untuk pertumbuhan dan perkembangan di masa depan.

Miracle keluar dari rumah sakit pada 11 Juni, dan kini ia berharap dapat kembali ke sekolah serta mewujudkan impiannya menjadi seorang dokter, kata TMUH dalam sebuah pernyataan.

Jennifer mengatakan pemulihan putrinya adalah mukjizat terbesar dalam hidupnya, dan karena begitu banyak orang yang harus ia ucapkan terima kasih, ia ingin mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan dan kepada banyak relawan yang telah membantu keluarganya.

Miracle, gadis Nigeria berusia 7 tahun. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)
Miracle, gadis Nigeria berusia 7 tahun. (Sumber Foto : CNA, 22 Juni 2026)

(Oleh Shen Pei-yao, Chen Shu-sheng, Lee Chieh-yu, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.