Taipei, 23 Juni (CNA) Taiwan telah melaporkan kasus kolera domestik pertamanya sejak 2023, yang melibatkan seorang wanita berusia 70-an tahun tanpa riwayat perjalanan ke luar negeri baru-baru ini, kata Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) negara itu pada hari Selasa (23/6).
Wanita tersebut, yang tinggal di Taiwan selatan, mengalami diare, muntah, mual, dan kejang pada awal Juni dan awalnya mencari pengobatan di sebuah klinik, kata CDC.
Kondisinya kemudian memburuk, termasuk kehilangan kesadaran dan lesu, dan ia dibawa ke unit gawat darurat, di mana sampel tinja diambil untuk analisis. Pada 19 Juni, ia dikonfirmasi terinfeksi oleh Vibrio cholerae O1 (serotipe Hikojima) yang bersifat toksigenik.
Setelah menjalani pengobatan, kondisinya membaik dan ia kemudian dipulangkan dari rumah sakit. Sumber infeksi masih dalam penyelidikan, kata CDC.
Menurut pusat penyakit tersebut, enam kontak erat telah diidentifikasi, yang semuanya sejauh ini tidak menunjukkan gejala. Sampel tinja mereka juga telah dikumpulkan untuk pengujian, dan mereka telah disarankan untuk memantau kesehatan serta menjaga kebersihan makanan dan tangan.
Berbicara dalam jumpa pers mingguan, Wakil Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC Li Chia-lin (李佳琳) mengatakan Taiwan mencatat satu kasus kolera domestik pada 2023 dan dua kasus pada 2022.
Kolera adalah penyakit menular wajib lapor Kategori 2 dan infeksi usus akut yang dapat menyebabkan diare dan muntah parah, dengan masa inkubasi beberapa jam hingga lima hari. Penyakit ini terutama ditularkan melalui makanan atau air yang terkontaminasi.
Tseng memperingatkan bahwa kasus berat dapat memiliki tingkat kematian lebih dari 50 persen tanpa pengobatan, tetapi rehidrasi tepat waktu, penggantian elektrolit, dan perawatan medis yang sesuai dapat menurunkan tingkat kematian menjadi di bawah 1 persen.
Vibrio cholerae dapat bertahan hidup dalam waktu lama di air limbah, dan infeksi dapat terjadi melalui konsumsi makanan laut mentah atau setengah matang seperti kerang atau krustasea yang diambil dari perairan yang terkontaminasi, jelasnya, seraya menambahkan bahwa orang yang mengalami gejala dugaan diare dan muntah parah harus segera mencari pertolongan medis.
Selesai/IF