Taipei, 22 Juni (CNA) Legislator Kuomintang (KMT) hari Senin (22/6) membela kunjungan delegasi fraksi partai oposisi Yuan Legislatif (Parlemen) tersebut ke Indonesia baru-baru ini, yang telah dicibir di media sosial maupun oleh tokoh Partai Progresif Demokrat (DPP) yang berkuasa.
Sejumlah anggota Fraksi KMT Parlemen baru-baru ini mengunjungi Indonesia, dipimpin Koordinator Fraksi Fu Kun-chi (傅崐萁). Dalam sejumlah foto yang beredar, mereka terlihat menghadiri upacara serah-terima jabatan ketua umum ke-31 dan ke-32 Kamar Dagang Taiwan di Indonesia.
"Sangat membahagiakan bahwa 16 legislator KMT dapat meluangkan waktu di tengah kesibukan, sejenak meninggalkan pekerjaan untuk bersama-sama terbang jauh ke Jakarta dan membawa banyak dukungan serta semangat bagi warga perantauan," kata Fu dalam sebuah unggahan media Facebook, 17 Juni.
Namun, kunjungan ini telah mendapatkan kritik. Menanggapi itu, Legislator KMT Lo Chih-chiang (羅智強) dalam sebuah konferensi pers pada Senin pagi mengatakan kegiatan penting pengusaha Taiwan di Indonesia itu mengundang legislator KMT dan DPP.
Meski Legislator Chung Chia-pin (鍾佳濱) turut hadir mewakili DPP, terjadi serangan kritik terhadap legislator KMT karena menghadiri acara itu, kata Lo.
Lo mempertanyakan mengapa jika legislator DPP yang pergi dianggap membawa manfaat bagi negara dan rakyat sementara legislator KMT dicap merugikan. Ia pun mempertanyakan apakah hal yang disebutnya sebagai standar ganda ini perlu terjadi.
Legislator Lo Ting-wei (羅廷瑋) juga menyinggung pernyataan Perdana Menteri Cho Jung-tai (卓榮泰) yang menyebut legislator KMT sebagai "raja kunjungan inspeksi", sementara pada hari yang sama legislator DPP juga melakukan kegiatan inspeksi. Ia pun menanyakan permintaan maaf.
Menanggapi ini, Pemimpin Fraksi DPP Chuang Jui-hsiung (莊瑞雄) menyebut tindakan KMT yang menggelar konferensi pers setelah mendapat pandangan negatif masyarakat merupakan mencari-cari alasan dan berargumen secara dipaksakan.
Chuang menegaskan bahwa kegiatan inspeksi memang merupakan hal yang normal di berbagai komite Parlemen, tetapi kunjungan inspeksi ke luar negeri harus memiliki alasan yang sah dan jelas.
Chuang mengatakan yang dipersoalkan DPP adalah fakta bahwa oposisi mengusulkan perpanjangan masa sidang, tetapi pada saat yang sama tidak membahas anggaran umum pemerintah pusat dan malah pergi ke luar negeri untuk inspeksi. Ia pun menyebut KMT tidak perlu terus-menerus mencari pembenaran.
Sekretaris Jenderal Fraksi DPP Fan Yun (范雲) mengatakan pembahasan anggaran umum pemerintah pusat untuk tahun 2026 telah tertunda hingga hari ke-297, padahal sejumlah komite Parlemen dipimpin KMT dan oposisi lainnya Partai Rakyat Taiwan (TPP).
Fan menambahkan bahwa seiring musim hujan lebat dan taifun akan segera tiba, jika anggaran untuk pencegahan dan penanggulangan bencana tidak dapat disahkan tepat waktu, kehidupan masyarakat dapat terdampak.
(Oleh Liu Kuan-ting, Lin Ching-yin, dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF