Taipei, 23 Juni (CNA) Taiwan telah menghapus sistem pelatihan cadangan dua jalur sebelumnya, dan semua anggota pasukan cadangan sekarang diwajibkan untuk mengikuti program pelatihan intensif selama 14 hari, menurut laporan Kementerian Pertahanan Nasional (MND) yang diserahkan kepada anggota parlemen pada hari Senin (22/6).
Militer Taiwan meluncurkan sistem pelatihan cadangan dua jalur pada tahun 2022, yang memungkinkan anggota cadangan memilih antara program tradisional berupa pelatihan selama lima hingga tujuh hari yang dilakukan empat kali dalam delapan tahun, atau program intensif selama 14 hari yang dilakukan dua kali dalam periode yang sama.
Pada saat itu, MND mengatakan perubahan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesiapan tempur anggota cadangan dan memastikan bahwa pasukan cadangan Taiwan dapat lebih efektif mendukung pasukan reguler dalam mempertahankan negara di tengah meningkatnya aktivitas militer Tiongkok di sekitar Taiwan.
Dalam laporan terbarunya mengenai kemajuan program pelatihan cadangan negara, yang diserahkan kepada anggota legislatif pada hari Senin, MND menyatakan bahwa sejak Januari, anggota cadangan tidak lagi diizinkan memilih antara dua opsi pelatihan tersebut.
Di bawah sistem saat ini, semua pasukan cadangan diwajibkan mengikuti pelatihan selama 14 hari. Selain itu, seorang anggota pasukan cadangan dapat dipanggil untuk maksimal empat sesi pelatihan dua minggu selama delapan tahun, menurut laporan tersebut.
Tidak ada penyebutan dalam laporan tersebut apakah Taiwan memiliki sumber daya personel atau amunisi untuk melaksanakan program pelatihan yang lebih intensif, sebuah isu yang dibahas ketika program ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2022.
Sementara itu, MND mengatakan masih meninjau undang-undang terkait untuk menentukan apakah memungkinkan mewajibkan personel militer perempuan yang telah diberhentikan untuk ikut serta dalam pelatihan cadangan bersama rekan pria mereka.
Saat ini, hanya veteran pria yang diwajibkan mengikuti pelatihan cadangan secara rutin, sebuah kebijakan yang menurut beberapa kritikus selama beberapa dekade dianggap sebagai diskriminasi gender. Veteran perempuan dapat mengikuti pelatihan cadangan secara sukarela.
Sementara pria di Taiwan dikenakan wajib militer dan kewajiban cadangan, perempuan dapat bergabung dengan angkatan bersenjata secara sukarela sebagai prajurit atau perwira.
Selesai/IF