Presiden Paraguay, Santiago Peña tiba di Taipei pada 7 Mei untuk kunjungan kenegaraan pertamanya di Taiwan.
Pada 8 Mei, Peña melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te.
Kedua pihak pun menandatangani MoU yang mendorong investasi bersama pusat komputasi AI di Paraguay, dengan menggabungkan kemampuan AI Taiwan dan sumber daya energi hijau yang melimpah setempat.
Turut lahir perjanjian bantuan hukum timbal balik dalam perkara pidana dan MoU tentang kerja sama keamanan siber.
Lai mengatakan Taiwan akan membuka pasarnya untuk impor unggas Paraguay setelah negosiasi antara kedua pihak.
Sementara itu, Peña kembali menegaskan dukungan Paraguay terhadap partisipasi internasional Taiwan dan mengecam tekanan Tiongkok ke Taiwan.
Dalam kunjungan ke Taman Sains Taiwan Selatan pada 9 Mei, Peña mengatakan bahwa keberhasilan Taiwan di bidang teknologi menjadi model bagi Paraguay.
Lai mengatakan Taiwan akan berbagi pengalaman dalam pengembangan teknologi, tata kelola taman sains, dan peningkatan industri dengan Paraguay. Peña beranjak dari Taiwan pada 10 Mei.
Jembatan Danjiang yang membentang di Sungai Tamsui menjalani upacara peresmian pada 9 Mei, menjelang pembukaan untuk lalu lintas pada 12 Mei.
Presiden Lai Ching-te menyebut Jembatan Danjiang sebagai kebanggaan Taiwan dan ikon baru yang memperkuat citra negara di panggung internasional.
Dirancang arsitek dunia Zaha Hadid, jembatan sepanjang hampir satu kilometer ini menampilkan struktur tiang tunggal melengkung yang terinspirasi gerakan penari Cloud Gate.
CNN menobatkannya sebagai salah satu proyek arsitektur yang akan membentuk dunia pada 2025.
Jembatan ini diperkirakan memangkas jarak antara distrik Tamsui dan Bali sekitar 15 kilometer, menghemat waktu sekitar 25 menit.
Pertama kali diusulkan tahun 1998, proyek ini sempat tertunda karena berbagai kendala, lalu mulai dibangun pada 2019.
Kepolisian pada 10 Mei dini hari menerima laporan mengenai bentrokan yang melibatkan sejumlah pekerja migran di sekitar Stasiun Kereta Taichung.
Penyelidikan menemukan empat PMI sempat minum alkohol di ASEAN Plaza yang juga dikenal sebagai "Pyramid", dan terjadi cekcok karena perselisihan ucapan.
Setelah meninggalkan lokasi, mereka kembali bertemu di alun-alun di depan Stasiun Taichung dan terlibat adu mulut serta aksi saling dorong.
Salah satu PMI terluka karena terjatuh akibat mabuk dan kehilangan keseimbangan, sementara yang lainnya tidak mengalami luka yang jelas.
Kepolisian telah membawa keempatnya untuk diperiksa lebih lanjut, dan akan memproses hukum kasus ini.
Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei atau TETO, atas nama pemerintah dan rakyat Taiwan, pada 5 Mei menyatakan duka cita dan bersimpati kepada korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur pada akhir April.
TETO juga memastikan belum ada laporan warga atau perusahaan Taiwan yang terdampak, namun tetap memantau perkembangan.
Selain itu, TETO menegaskan kesiapan memberikan bantuan darurat jika diperlukan serta mengimbau warga Taiwan di Indonesia untuk selalu memperhatikan informasi keselamatan perjalanan dan menyiapkan kontak darurat.
Kecelakaan terjadi pada 27 April di perlintasan sebidang Bekasi Timur, setelah taksi Green SM mogok di tengah jalur akibat gangguan listrik dan kemudian tertabrak KRL yang melintas.
Benturan itu membuat KRL tujuan Cikarang berhenti darurat di Stasiun Bekasi Timur, sebelum ditabrak dari belakang oleh Kereta Api Bromo Anggrek, menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya.
Otoritas penyelamat pada 5 Mei menerima laporan dari Penjaga Pantai di Pelabuhan Changtanli bahwa seorang anak buah kapal atau ABK migran jatuh ke laut dan hilang, sebelum kemudian ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa melalui pencarian gabungan.
Korban, seorang laki-laki asal Indonesia berusia 31 tahun yang baru sekitar satu bulan bekerja di Taiwan, dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit di Keelung.
Korban diduga terjatuh setelah kepalanya terbentur saat berada di sisi kapal untuk buang air kecil sambil menelepon istrinya, setelah sebelumnya mengonsumsi alkohol.
(Oleh Jason Cahyadi dan Jennifer Aurelia)