Komite legislatif Taiwan loloskan RUU yang turunkan usia pemilih jadi 18 tahun

08/05/2026 17:40(Diperbaharui 08/05/2026 17:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 
(Sumber Foto : Dokumentasi CNA) 

Taipei, 8 Mei (CNA) Sebuah komite legislatif pada Kamis (7/5) menyetujui rancangan amandemen untuk menurunkan usia pemilih di Taiwan dari 20 menjadi 18 tahun, sambil mendesak Komite Amandemen Konstitusi Legislatif untuk memulai proses revisi konstitusi secara formal.

Komite Administrasi Internal meloloskan amandemen terhadap Undang-Undang Pemilihan dan Pencabutan Pejabat Publik serta Undang-Undang Pemilihan dan Pencabutan Presiden dan Wakil Presiden.

Selain memberikan hak pilih kepada warga berusia 18 tahun, rancangan undang-undang yang direvisi juga akan memungkinkan warga berusia 18 tahun ke atas untuk menandatangani petisi mendukung calon presiden dan wakil presiden.

Meskipun anggota legislatif lintas partai telah menyatakan dukungan untuk menurunkan usia pemilih agar sejalan dengan praktik internasional, usulan ini menghadapi hambatan konstitusional, karena Pasal 130 Konstitusi Republik Tiongkok menetapkan bahwa warga negara harus berusia minimal 20 tahun untuk memilih.

Setelah amandemen konstitusi pada tahun 2005, setiap revisi formal terhadap Konstitusi harus disetujui oleh tiga perempat anggota Yuan Legislatif dan diratifikasi melalui referendum nasional di mana revisi tersebut didukung oleh lebih dari setengah pemilih yang memenuhi syarat.

Langkah ini mengikuti kegagalan referendum konstitusi tahun 2022 terkait isu yang sama, di mana meskipun mendapat dukungan dari partai politik utama, usulan tersebut tidak mencapai ambang batas yang diperlukan untuk lolos.

Untuk mengatasi hal ini, komite mengesahkan resolusi tambahan yang menyerukan agar Komite Amandemen Konstitusi bekerja sejalan dengan perubahan peraturan perundang-undangan.

Menurut Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳), terdapat 411.731 warga berusia antara 18 hingga 20 tahun di Taiwan per akhir Februari, dengan sekitar 70 persen tinggal di enam kotamadya khusus di negara tersebut.

Wang Hsiao-lin (王曉麟), direktur Departemen Urusan Pemilu Komisi Pemilihan Umum Pusat, mengatakan bahwa penurunan usia pemilih akan menambah sekitar 410.000 pemilih yang memenuhi syarat dan memengaruhi operasional pemilu seperti pengaturan tempat pemungutan suara dan persiapan daftar pemilih.

Wang mencatat bahwa pemilu tahun ini dijadwalkan pada 28 November, dengan pemberitahuan resmi pemilu yang akan dikeluarkan pada 20 Agustus. Jika amandemen disahkan setelah tanggal tersebut, ambang usia pemilih 20 tahun masih akan berlaku untuk pemilu tahun ini.

Berdasarkan amandemen yang disetujui, tanggal pelaksanaan akan ditentukan oleh Yuan Eksekutif.

Ketua Komite Administrasi Internal Liao Hsien-hsiang (廖先翔) dari Kuomintang (KMT) mengatakan bahwa rancangan undang-undang tersebut sekarang akan dilanjutkan ke negosiasi lintas partai sebelum dikirim ke sidang legislatif untuk ditinjau lebih lanjut.

(Oleh Chen Chun-hua, Evelyn Kao dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ 

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.