Majikan Taiwan tak akan harus sekaligus bayar biaya perekrutan pekerja migran dalam skema "nol biaya"

07/05/2026 18:13(Diperbaharui 07/05/2026 18:13)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Chen Ming-jen. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Chen Ming-jen. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 7 Mei (CNA) Pemberi kerja Taiwan tidak akan diwajibkan membayar seluruh biaya sekaligus pada awal perekrutan pekerja migran, dalam kebijakan "nol biaya" di sektor manufaktur dan perikanan yang direncanakan diterapkan dalam tiga tahun, kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan Chen Ming-jen (陳明仁), Kamis (7/5).

Taiwan dan Amerika Serikat pada Februari menandatangani Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART), yang di antaranya mencakup larangan memungut biaya perekrutan dari pekerja migran -- kebijakan "nol biaya" -- di sektor manufaktur dan perikanan, yang harus diterapkan dalam waktu tiga tahun.

Dalam pertemuan di Yuan Legislatif hari Kamis, Legislator Partai Progresif Demokratik (DPP) Yang Yao (楊曜) menyebutkan bahwa sebelumnya banyak pemberi kerja pekerja migran menggelar aksi untuk menolak penerapan kebijakan "nol biaya".

Yang pun menanyakan apakah Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) telah mengevaluasi dampak terhadap pemberi kerja atau menyiapkan langkah pendukung setelah kebijakan "nol biaya" diterapkan.

Chen menjelaskan bahwa Taiwan telah memperjuangkan masa penyesuaian selama tiga tahun dalam ART. Ia menegaskan bahwa yang diwajibkan adalah pemberi kerja menanggung biaya tersebut selama masa kerja pekerja migran, bukan membayarnya sekaligus di awal perekrutan.

Menurutnya, jika persyaratan ini dipenuhi, hal tersebut justru baik bagi pemberi kerja, karena salah satu penyebab utama pekerja migran hilang kontak adalah beban utang ekonomi yang terlalu besar.

Jika pekerja migran tidak dibebani utang ekonomi, kata Chen, motivasi dan faktor penyebab mereka kabur akan jauh berkurang, yang lebih menguntungkan bagi pemilik kapal perikanan yang mempekerjakan mereka.

Namun demikian, Chen mengakui bahwa kebijakan ini memang akan berdampak pada sektor perikanan pesisir. Meski begitu, pihaknya telah melakukan pembahasan dengan Direktorat Jenderal Perikanan (FA).

Ke depannya, ujarnya, "biaya perekrutan yang adil" di negara asal pekerja migran harus semakin transparan, dan pemerintah juga berupaya memperkuat jalur perekrutan langsung.

Jika sistem perekrutan langsung antarpemerintah berhasil dibangun, kata Chen, biaya perekrutan yang harus ditanggung pemberi kerja akan berkurang.

Yang kemudian kembali menanyakan cara mengatasi permasalahan andai pemberi kerja telah membayar biaya terkait selama masa kontrak tetapi pekerja migran melarikan diri di tengah jalan.

Chen menjawab bahwa apabila "sistem perekrutan yang adil" benar-benar diterapkan, pekerja migran hilang kontak kemungkinan akan turun drastis. Jika kasus tetap terjadi, lanjutnya, pihaknya dan FA akan memikirkan langkah pendukung dan bantuan yang lebih lengkap.

(Oleh Elly Wu dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.