Taipei, 24 Apr. (CNA) Wenzao Ursuline University of Languages (WZU) mengatakan mereka pada awal Maret bertandang ke Indonesia untuk menghadiri Asia-Pacific Ursuline Education Conference (APUEC) 2026 sekaligus mengunjungi delapan sekolah menengah atas (SMA) dan universitas mitra guna mendorong kolaborasi.
Dalam APUEC di mana ratusan tenaga pendidik dan perwakilan tarekat dari 15 negara melakukan pertukaran terkait filosofi pendidikan, kerja sama internasional, pembinaan mahasiswa, serta pengembangan di masa depan, delegasi Taiwan menampilkan pertunjukan khas pada malam budaya, kata WZU dalam rilis pers.
Setelah konferensi, tim WZU melanjutkan kunjungan ke universitas mitra di Indonesia, termasuk BINUS University, di mana kedua pihak berdiskusi secara konkret mengenai kerja sama fakultas bisnis, program gelar ganda, serta pertukaran akademik, menurut rilis pers.
Delegasi juga mengunjungi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan Universitas Kristen Indonesia, untuk membahas pertukaran mahasiswa, program gelar ganda, serta kerja sama rekrutmen, sekaligus menetapkan arah kerja sama yang jelas, kata WZU.
Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk mengunjungi universitas mitra, Universitas Kristen Petra, "Dan mendapatkan perhatian tinggi serta sambutan hangat dari pihak kampus," menurut WZU.
Delegasi WZU juga mengunjungi Kampus Ursulin Santa Maria Jakarta untuk melakukan promosi penerimaan mahasiswa dan memperdalam pertukaran dengan sekolah menengah mereka, kata pihak universitas.
Perjalanan diakhiri di Manado, Sulawesi Utara, dengan mengunjungi Universitas Klabat, di mana kedua pihak membahas kerja sama program gelar ganda, pertukaran mahasiswa, serta kolaborasi dosen.
Selain itu, delegasi WZU juga mengunjungi SMA Katolik Frater Don Bosco Manado dan SMA Katolik Rex Mundi Manado, serta menandatangani perjanjian kerja sama.
Kerja sama di Manado ini akan mendorong program pertukaran jangka pendek, pembelajaran bahasa Mandarin, serta jalur lanjut studi, guna memperkuat daya tarik internasional WZU dalam perekrutan mahasiswa, menurut universitas.
Kepala Kantor Urusan Internasional WZU Janet Weng (翁一珍) menyebut kunjungan ini membuahkan hasil yang signifikan, dengan selain memperdalam hubungan dengan universitas mitra, juga berhasil memperluas kerja sama dengan dua SMA Katolik serta berbagai program gelar ganda dan pertukaran mahasiswa.
Ke depannya, kata Weng, WZU akan terus memperkuat jaringan kerja sama dengan sekolah-sekolah Ursulin di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik, meningkatkan mobilitas internasional mahasiswa, serta membina talenta profesional lintas bidang yang berdaya saing global.
Di sisi lain, WZU pada 15 April juga menerima kunjungan guru dan pelajar Sekolah Santa Laurensia di Alam Sutera, di mana kedua pihak melakukan pertukaran awal mengenai potensi kerja sama pendidikan dan pertukaran pelajar di masa depan, menurut rilis pers terpisah.
Melalui tur kampus, sesi berbagi pengalaman mahasiswa, serta pertukaran informasi akademik, kata WZU, kegiatan ini bertujuan meningkatkan interaksi kedua belah pihak sekaligus memperdalam hubungan pendidikan antara Taiwan dan Indonesia serta pertukaran lintas budaya.
Dalam sesi tur, WZU menugaskan 23 mahasiswa program bahasa Indonesia dari Departemen Studi Asia Tenggara mereka untuk menyambut rombongan, membagi kelompok dan memandu peserta mengenal lingkungan kampus hingga makan siang bersama, kata universitas.
Menurut Weng, pertukaran ini tidak hanya mempererat hubungan kedua negara, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelajar yang berkunjung untuk memahami secara langsung lingkungan pendidikan tinggi di Taiwan, sekaligus menjadi fondasi bagi pembelajaran internasional dan kerja sama di masa depan.
Selesai/IF