Taipei, 22 Apr. (CNA) Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan Ranting Taichung memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-12 pada Minggu (19/4) dengan acara yang dihadiri sekitar 2.000 pekerja migran Indonesia (PMI) dari berbagai wilayah dan selawat yang dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, kata PCINU.
PCINU melalui siaran persnya mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah kehidupan diaspora.
Dalam tausiahnya, Rais Syuriah PCINU Yai Moch. Al Imron menekankan pentingnya berpegang teguh pada ajaran ahlusunah waljamaah an-nahdliyah.
"Sebagai warga nahdiyin, kita harus memastikan bahwa amaliah dan pemahaman keagamaan kita bersumber dari sanad keilmuan yang jelas. Inilah yang menjadi kekuatan NU (Nahdlatul Ulama) -- ilmu yang tidak terputus, diwariskan dari para ulama hingga sampai kepada kita hari ini," ucapnya dikutip rilis pers.
Ia juga mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus informasi dan berbagai pemahaman keagamaan yang berkembang, umat harus selektif dalam mengambil rujukan.
"Jangan sampai kita mengambil ilmu dari sumber yang tidak jelas sanadnya, karena hal tersebut bisa menimbulkan kebingungan bahkan perpecahan. NU hadir sebagai jalan tengah yang menjaga keseimbangan antara dalil, tradisi, dan realitas kehidupan," tambahnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCINU Muhammad Ghofur menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan spiritual dan sosial umat Islam Indonesia di Taiwan.
"Melalui momentum Harlah ini, mari kita jadikan sholawat sebagai penguat iman dan penyejuk hati dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Ghofur juga mengajak seluruh jemaah untuk menjaga persatuan, menghindari perpecahan, dan memperkuat ukhuwah. "Teruslah aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial sebagai bentuk kontribusi nyata kita di negeri rantau," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran PMI sebagai representasi Islam yang damai. "Jadilah duta Islam rahmatan lil alamin yang membawa kedamaian, bukan perpecahan," tambahnya.
Di sisi lain, Kepala Bagian Administrasi Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei, Wawan Kurniawan menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin antara kantornya dan PCINU dalam berbagai kegiatan, termasuk pelaksanaan salat Idul Fitri di Sun Yat-sen Memorial Hall.
"KDEI Taipei sangat mengapresiasi PCINU Taiwan yang senantiasa terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan seperti pemulasaran jenazah, yang pada tahun 2025 tercatat mencapai 130 jenazah," ujar Wawan dikutip unggahan Facebook KDEI.
Wawan juga menyampaikan kabar dibukanya skema perekrutan langsung untuk sektor perhotelan, yang memungkinkan hotel-hotel di Taiwan merekrut langsung tenaga kerja Indonesia tanpa biaya perantara.
Mengakhiri sambutannya, Wawan mengimbau seluruh PMI di Taiwan untuk senantiasa hidup rukun, menjaga persatuan, serta terus menjaga nama baik Indonesia.
Selesai/IF