Taipei, 23 Apr. (CNA) Taiwan memperkirakan akan mengumpulkan sekitar NT$4,5 miliar (Rp2,45 triliun) dari biaya karbon hingga akhir Mei seiring para penghasil emisi gas rumah kaca utama menghadapi tenggat waktu pembayaran wajib pertama di negara tersebut, kata Kementerian Lingkungan Hidup (MOENV) pada Senin (20/4).
Periode pembayaran, yang berlangsung hingga 31 Mei, menandai siklus pengumpulan pertama sejak sistem biaya karbon mulai berlaku pada 1 Januari 2025.
Di bawah skema ini, perusahaan yang menghasilkan setidaknya 25.000 ton metrik karbon dioksida per tahun -- terutama di sektor listrik, pasokan gas, dan manufaktur -- harus menghitung dan membayar biaya berdasarkan total emisi mereka pada 2025.
Berdasarkan data terbaru dari MOENV, sekitar 512-550 perusahaan di Taiwan telah diidentifikasi sebagai penghasil emisi utama yang dikenakan biaya karbon pada tahap pertama.
Tarif standar biaya karbon adalah NT$300 per ton metrik, tetapi perusahaan yang mengajukan dan mendapatkan persetujuan untuk rencana pengurangan emisi sukarela dapat memenuhi syarat untuk tarif preferensial sebesar NT$50 atau NT$100 per ton metrik.
Data MOENV menunjukkan 430 fasilitas mengajukan rencana tersebut, dengan 403 disetujui. Dari jumlah tersebut, 64 memenuhi syarat untuk tarif NT$50 dan 339 untuk tarif NT$100, sementara 27 aplikasi ditarik atau ditolak.
Selain itu, 224 fasilitas telah diklasifikasikan sebagai berisiko tinggi mengalami kebocoran karbon, yang berarti produksi dapat berpindah ke luar negeri akibat biaya karbon.
Fasilitas-fasilitas ini, yang mencakup Taiwan Cement Corp. dan berbagai perusahaan elektronik, mencakup 76 persen dari 145 juta ton emisi yang dikenakan biaya tahun ini.
Untuk menjaga daya saing global, perusahaan dalam kategori ini yang juga mengadopsi rencana pengurangan yang disetujui dapat menerapkan faktor penyesuaian sebesar 0,2.
Ini membuat mereka secara efektif mengurangi biaya yang harus dibayar menjadi 20 persen dari jumlah aslinya -- setara dengan sekitar NT$10 per ton bagi mereka yang menggunakan tarif preferensial terendah.
Direktur Jenderal Perubahan Iklim MOENV, Tsai Lin-yi (蔡玲儀), mengatakan pendapatan tahun pertama diperkirakan sekitar NT$4,5 miliar, dengan sekitar NT$4,05 miliar telah dialokasikan untuk pengeluaran.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung teknologi pengurangan emisi, upaya mitigasi dan adaptasi pemerintah daerah, tata kelola iklim, langkah transisi yang adil, serta alat pembiayaan seperti subsidi bunga untuk proyek emisi nol bersih.
Kementerian menambahkan bahwa perusahaan yang terdampak kenaikan harga bahan bakar global akibat ketegangan di Timur Tengah dapat mengajukan perpanjangan atau pembayaran secara cicilan sebelum tenggat waktu 31 Mei.
Selesai/JC