Taipei, 24 Apr. (CNA) Jumlah kucing peliharaan di Taiwan untuk pertama kalinya melampaui jumlah anjing peliharaan pada tahun 2025, mencapai 1.742.033, meningkat 32,8 persen dibandingkan tahun 2023, kata Kementerian Pertanian (MOA) pada hari Senin (20/4), mengutip sebuah survei.
Sebaliknya, jumlah anjing peliharaan menurun sedikit sebesar 1,2 persen selama periode yang sama menjadi 1.462.528, menurut kementerian.
Meskipun terjadi pergeseran ini, rumah tangga dengan anjing masih sedikit lebih banyak daripada rumah tangga dengan kucing sebesar 1,2 persen. Namun, sementara jumlah rumah tangga dengan beberapa anjing tetap relatif stabil, rumah tangga yang memelihara lebih dari dua kucing meningkat, sehingga berkontribusi pada kenaikan populasi kucing secara keseluruhan.
Chiang Wen-chuan (江文全), wakil kepala Departemen Kesejahteraan Hewan MOA, mengatakan tren ini mencerminkan perubahan sosial yang lebih luas, termasuk meningkatnya jumlah rumah tangga satu orang.
Di daerah perkotaan, di mana ruang tinggal biasanya lebih kecil, kucing sering dianggap sebagai hewan peliharaan yang lebih cocok dibandingkan anjing, tambah Chiang.
Menurut survei tersebut, tingkat registrasi untuk anjing dan kucing sama-sama meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Registrasi anjing naik dari 69,5 persen pada 2021 menjadi 77,2 persen pada 2025, sementara registrasi kucing naik dari 58,45 persen pada 2023 menjadi 66,48 persen.
Namun, MOA mencatat bahwa beberapa pemilik hewan peliharaan masih belum menyadari bahwa kucing juga wajib didaftarkan, menyusul amandemen Undang-Undang Perlindungan Hewan yang diumumkan pada 16 Desember 2024 dan mulai berlaku pada 1 Januari 2026. Kementerian mengatakan hal ini menyoroti perlunya peningkatan kesadaran publik.
Secara regional, tingkat registrasi anjing tetap relatif rendah di Kabupaten Chiayi, Yunlin, dan Changhua, masing-masing sebesar 44,7 persen, 63,6 persen, dan 66,2 persen, meskipun telah menunjukkan peningkatan secara bertahap dari waktu ke waktu.
Tingkat sterilisasi untuk anjing juga meningkat, naik dari 66,41 persen pada 2021 menjadi 71,75 persen. MOA menambahkan bahwa tingkat pengebirian untuk anjing betina, indikator utama dalam mengendalikan populasi hewan liar, tetap tinggi, menunjukkan bahwa langkah-langkah pengelolaan sumber sudah mulai efektif, meskipun angka spesifik tidak disebutkan.
Kementerian mengatakan akan terus memperkuat pengawasan, panduan kebijakan, dan edukasi publik di daerah dengan tingkat registrasi dan sterilisasi yang lebih rendah, dengan tujuan mengurangi populasi hewan liar dari sumbernya.
Selesai/ML