Taipei, 2 Apr. (CNA) Menteri Pendidikan Taiwan Cheng Ying-yao (鄭英耀) hari Rabu (1/4) berjanji akan melakukan pengawasan ketat terhadap kelas khusus pelajar asing di mana mereka belajar sambil bekerja, dan akan menindak tegas pelanggaran, menanggapi isu bahwa terjadi "eksploitasi" dalam program itu.
Dalam rapat di Yuan Legislatif, Legislator Kuomintang (KMT) Ko Chih-en (柯志恩) mengatakan dirinya menerima surat dari pelajar di kelas khusus tersebut yang menyebutkan bahwa terdapat "eksploitasi" yang terus terjadi, tetapi telah "dilegalkan" peraturan.
Ko mengutip pelajar yang mengatakan upah magang untuk kelas khusus itu selama empat hari per pekan diharuskan dihitung sebagai gaji bulanan, sehingga para peserta terpaksa lembur hingga sepuluh jam per hari, sangat kelelahan, dan tidak menerima bayaran lembur 1,34 kali untuk yang bekerja lebih dari delapan jam.
Menanggapi hal ini, Cheng menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan ketat. Belakangan ini, ucapnya, ia telah bertemu dengan sejumlah pengurus yayasan dan kepala dari berbagai sekolah menengah kejuruan untuk menegaskan kembali sikapnya.
Kelas khusus yang ditemukan melanggar hukum akan ditutup Kementerian Pendidikan (MOE), dan sekolah swasta yang kualitas pengajaran terhadap pelajar lokalnya terdampak program itu juga akan dihentikan, kata Cheng.
"Jangan sampai saya melihatnya, kalau terlihat pasti akan saya tindak," ucapnya, seraya menambahkan bahwa pengawas yang dimilikinya akan semakin banyak, serta dirinya berharap semua pihak turut mengawasi bersama.
Sebelumnya, Fraksi KMT menggelar konferensi pers pada 17 Maret, menyatakan bahwa kebijakan seperti kelas khusus pelajar asing telah berubah menjadi sebuah "rantai kepentingan antara pekerja dan mahasiswa" yang melibatkan agen, sebagian sekolah swasta menengah hingga bawah, serta perusahaan.
Saat itu, legislator partai oposisi itu menilai pelajar internasional dan Tionghoa perantauan yang datang ke Taiwan untuk belajar justru berubah menjadi pekerja, serta mendesak pemerintah untuk meninjau sistem secara menyeluruh.
Sehari setelahnya, MOE melalui siaran pers mengatakan bahwa jika ditemukan pelanggaran, mereka akan mengambil langkah-langkah sesuai tingkat penyimpangan seperti pengurangan kuota penerimaan, penghentian kelas khusus, pengurangan subsidi, atau dimasukkan dalam pembinaan khusus.
MOE mengatakan mereka menerapkan prinsip "segera diperiksa dan segera ditindak, serta ditangani secara ketat", dan telah memiliki berbagai mekanisme pemeriksaan berlapis untuk memastikan isi magang pelajar sesuai tujuan pelatihan dan ketentuan kontrak.
(Oleh dan Jason Cahyadi)
Selesai/