Taipei, 1 Apr. (CNA) Sektor manufaktur Taiwan menunjukkan pertumbuhan yang lamban pada bulan Februari, karena pesanan ekspor dan produksi industri kehilangan sebagian momentum, kata Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) pada Selasa (31/3).
Indeks komposit TIER, yang mengukur kesehatan keseluruhan sektor tersebut, turun 3,26 poin dari Januari menjadi 11,55, menyalakan lampu "kuning-biru".
Institut ini menggunakan sistem lima warna untuk mengukur aktivitas: "merah" untuk panas berlebih, "kuning-merah" untuk pertumbuhan pesat, "hijau" untuk pertumbuhan stabil, "kuning-biru" untuk pertumbuhan lesu, dan "biru" untuk kontraksi.
Hari kerja yang lebih sedikit pada bulan Februari akibat libur Tahun Baru Imlek menyebabkan perlambatan yang nyata dalam pertumbuhan tahunan impor, ekspor, pesanan ekspor, dan produksi dibandingkan dengan Januari, yang menunjukkan pertumbuhan stabil, kata TIER.
Selain itu, TIER menambahkan bahwa bulan kerja yang lebih pendek membebani pendapatan produsen dan meningkatkan pesimisme terhadap prospek bisnis, yang memengaruhi indikator lingkungan bisnis.
Di antara lima komponen indeks komposit, pembelian bahan baku mengalami penurunan terbesar pada bulan Februari, turun 1,66 poin. Permintaan turun 1,32 poin, sementara subindeks iklim bisnis, biaya, dan harga masing-masing turun 0,19, 0,06, dan 0,04 poin.
Di sektor tradisional, permintaan dari rantai pasok kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga tembaga mendorong pesanan ekspor untuk produk seperti sputtering target, foil tembaga, dan laminasi berlapis tembaga. Namun, secara keseluruhan industri logam dasar tetap mengalami kontraksi di tengah lemahnya pasar baja global.
Di industri elektronik, sektor komputer, komponen elektronik, dan produk optik, serta suku cadang elektronik, mendapat manfaat dari permintaan kuat yang didorong oleh AI, komputasi kinerja tinggi, dan layanan cloud. Namun, libur Tahun Baru Imlek pada bulan Februari mengimbangi sebagian keuntungan dalam pesanan ekspor dan produksi, sehingga sinyal lampu untuk kedua sektor tersebut berubah dari merah menjadi kuning-merah.
Ke depan, TIER mengatakan pertumbuhan yang didorong AI pada semikonduktor canggih, pengemasan canggih, peralatan cloud, dan perangkat daya membantu menopang sektor elektronik dan mesin.
Namun, konflik di Timur Tengah dan volatilitas di pasar energi telah secara signifikan memengaruhi prospek ekonomi global, jelasnya, seraya menambahkan bahwa kenaikan harga energi kemungkinan akan meningkatkan inflasi dan memperlambat pertumbuhan.
Dampak keuangan di pasar saham dan obligasi global menambah tekanan lebih lanjut. Bahkan jika krisis mereda, pemulihan infrastruktur energi di Teluk akan memakan waktu, sehingga harga minyak tetap tinggi.
TIER mengatakan bahwa meskipun investasi yang didorong AI telah membantu mengimbangi beberapa tantangan, meningkatnya risiko geopolitik dapat membatasi momentum yang didorong AI, dan efek dari perkembangan internasional serta perubahan permintaan global akan terus memengaruhi sektor manufaktur Taiwan.
Selesai/ ja