Taichung, 31 Mar. (CNA) Departemen Kepolisian Kota Taichung pada Selasa (31/3) mengumumkan telah membongkar sindikat peredaran narkoba “satu jalur” yang beroperasi melalui aplikasi pesan dan media sosial, dengan modus menyamar sebagai layanan pesan antar makanan untuk menghindari penegakan hukum.
Tim Investigasi Ketujuh Divisi Reserse Kriminal Departemen Kepolisian Kota Taichung mengatakan kasus ini terungkap saat penyelidikan perkara narkoba lain, di mana tersangka utama bermarga Li diketahui melakukan transaksi melalui aplikasi komunikasi, serta menggunakan nama samaran seperti istilah pemesanan makanan untuk menyamarkan penjualan terbuka di platform media sosial.
Menurut kepolisian, kelompok tersebut memperjualbelikan berbagai jenis narkotika, termasuk etomidate, ketamin, serta kopi kemasan yang mengandung narkoba. Untuk menghindari penindakan, mereka menggunakan kemasan layanan pengantaran dan menugaskan kurir narkoba yang menyamar sebagai pengantar.
Polisi menyebutkan bahwa penanganan perkara ini dilakukan atas arahan kejaksaan dari Kejaksaan Distrik Taichung, dengan melibatkan tim gabungan dari Divisi Reserse Kriminal kota, kantor polisi distrik kelima, dan kantor polisi Xinzhuang.
Setelah mengantongi cukup bukti, polisi menggerebek lokasi dengan surat perintah penggeledahan dan berhasil menangkap tersangka utama Li (李) (47) bersama empat orang lainnya. Tempat tinggal sewaan Li di Distrik Beitun diketahui difungsikan sebagai lokasi pengemasan narkoba berskala besar dengan peralatan lengkap.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita lebih dari 200 kartrid rokok elektrik berisi etomidate, lebih dari 1 kilogram ketamin, 186 pil yang dikenal sebagai “hamigua”, serta 456 paket kopi narkoba dengan nilai pasar lebih dari NT$2 juta (Rp1,64 miliar).
Selain itu, ditemukan berbagai peralatan seperti kartrid kosong, mesin penyegel, kantong kemasan, alat pembuat rokok, mesin penghancur, gelas ukur kaca, corong, alat pengaduk, serta uang tunai sebesar NT$508.100.
Polisi juga menemukan satu pistol rakitan beserta 10 butir peluru di lokasi penyimpanan narkoba, yang menunjukkan bahwa sindikat ini tidak hanya terlibat dalam peredaran narkoba, tetapi juga memiliki senjata api.
Kasus ini telah dilimpahkan untuk penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika serta Undang-Undang Pengendalian Senjata Api, Amunisi, dan Senjata Tajam. Tersangka utama telah ditahan dan tidak diberikan akses komunikasi karena dinilai berisiko tinggi.
Kepala Divisi Reserse Kriminal Kepolisian Taichung Chi Yen-hsi (紀延熹), mengingatkan bahwa pelaku produksi dan peredaran narkotika ilegal dapat dijatuhi hukuman minimal tujuh tahun penjara serta denda hingga NT$10 juta, dan mengimbau masyarakat untuk tidak melanggar hukum.
(Oleh Hao Hsueh-ching dan Agoeng Sunarto)