Berikut berita pilihan Taiwan berbahasa Indonesia CNA edisi ke-16:
Puluhan ribu orang padati acara Idulfitri Pemkot Taipei
Pemkot Taipei menggelar acara Idulfitri di Daan Forest Park pada 22 Maret, dimeriahkan berbagai gerai hingga penampilan penyanyi Indonesia Feby Putri.
Lebih dari 30 ribu orang memadati acara Eid Al Fitr in Taipei di Daan Forest Park pada 22 Maret.
Di sana, sejumlah gerai menghadirkan pertukaran budaya, informasi terkait keislaman, informasi ketenagakerjaan, hingga makanan dan busana mancanegara.
Juga ada zona budaya Indonesia yang menyajikan pengalaman mencoba baju adat, bermain angklung, berswakriya, hingga minuman khas Nusantara.
Di panggung, sejumlah penampilan menghibur penonton. Di antaranya, ada grup musik Gema Angklung. Juga ada penyanyi keturunan Indonesia-Taiwan Kelly Cheng yang membawakan lagu barunya hingga tembang Eric Chou versi bahasa Indonesia.
Acara dipuncaki penyanyi-penulis lagu Indonesia Feby Putri. Beberapa nomor populernya disambut koor nyanyian hingga tangis haru oleh para penonton.
Feby pun sempat memberi semangat untuk para warga Indonesia yang sedang berjuang di Taiwan, serta berpesan agar para perantau tidak lupa pulang.
Wali Kota Taipei Chiang Wang-an, yang juga sempat mencoba pakaian adat Dayak, menegaskan Taipei adalah kota yang beragam, menawarkan keragaman dan keramahan.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo menyebut penerimaan Taipei pada komunitas Muslim, terutama dari Indonesia, makin baik dari tahun ke tahun.
Klub futsal diaspora Indonesia tanding di FF1
BTN FC, klub futsal diaspora Indonesia di Taiwan, memulai debutnya di liga profesional Taiwan, Formosa Futsal One atau FF1.
Di Taipei Gymnasium, BTN FC, sebuah klub futsal yang beranggotakan mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, bertanding di liga profesional Taiwan, FF1 pada 21 dan 22 Maret.
Pada laga perdananya kontra Taipei Leopards, juara bertahan yang diisi pemain-pemain Timnas Futsal Taiwan, BTN FC bermain bertahan.
BTN FC berhasil membobol gawang kiper Timnas Taiwan, Chiang Hsin-wei melalui kaki sang kapten Deni Rasliami, tetapi mesti mengakui keunggulan lawan dengan takluk 1-10.
Dalam laga kontra Taichung Traveler yang menjadi juara 2 FF1 musim lalu, BTN FC bermain lebih dinamis dengan jual-beli serangan. Sementara berhasil mencetak total empat gol, termasuk hat-trick Ravil Kalsah dan gol semata wayang Lalu Januarta Pratama, BTN FC kembali kalah 4-9.
Kepada CNA, Pemain BTN FC Syaeful Maarif mengatakan klubnya berawal dari kejuaraan antarmahasiswa Taiwan, yang kemudian membuatnya dan rekan-rekannya memiliki koneksi dengan asosiasi sepak bola Taiwan hingga mendapat tempat untuk berlaga.
Reza Prasetiawan mengatakan bertanding di liga profesional Taiwan adalah pengalaman yang luar biasa dan menjadi ajang pembuktian.
Warga negara Indonesia di Taiwan rayakan Idulfitri bersama
Ratusan ribu warga negara Indonesia di Taiwan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, termasuk di Taipei, di mana jemaah penuh sesak untuk menunaikan salat Ied.
Umat Muslim di seluruh dunia baru saja menyambut hari kemenangan, tak terkecuali diaspora Indonesia di Taiwan.
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei, atau KDEI, menggandeng organisasi masyarakat utuk menggelar salat Ied di 40 titik di berbagai wilayah Taiwan.
Salah satunya adalah di National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall di Taipei, yang digelar bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan pada 21 Maret.
Di sana, jemaah membeludak hingga mencapai 30.000 orang lebih, membuat sesi salat ditambah dari dua menjadi tiga.
Menurut Kholiq selaku ketua panitia, banyak yang berbondong-bondong karena Idul Fitri tahun ini bertepatan dengan akhir pekan.
Adapun KDEI juga membuka pintunya bagi masyarakat Indonesia yang ingin bersilaturahmi, dengan ditemani hidangan khas Idulfitri dan penampilan musik langsung.
Kepala KDEI Taipei Arif Sulistyo: Atas nama KDEI Taipei, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.
Kelompok buruh minta PMA masuk sistem pensiun baru Taiwan
Kelompok buruh pada 18 Maret mendesak Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan atau MOL untuk memasukkan semua pekerja migran ke sistem pensiun yang lebih baru.
Di luar MOL, sejumlah kelompok buruh pada 18 Maret mengkritik rencana kebijakan di mana majikan akan diwajibkan memasukkan pekerja migran yang telah bekerja untuk mereka selama sepuluh tahun atau lebih ke sistem pensiun lama Taiwan.
Menurut mereka, kriteria kebijakan ini membuat manfaat pensiun masih sulit dijangkau.
Salah satunya, perwakilan Taiwan International Workers' Association mengatakan ada banyak pekerja migran bekerja di sektor industri, dan sering kali habis kontrak atau dipindahkan ke majikan baru, sehingga sulit tetap bekerja pada majikan yang sama selama sepuluh tahun.
Peserta protes juga mendesak pemerintah memperluas sistem pensiun yang lebih baru, dengan mengikutsertakan semua pekerja migran, termasuk pekerja rumah tangga.
Menanggapi ini, MOL menegaskan pekerja migran dapat mengklaim manfaat pensiun jika memenuhi persyaratan.
Protes kelompok buruh menghadapi aksi tandingan oleh asosiasi majikan dan Partai Solidaritas Taiwan, yang menolak pekerja domestik dimasukkan ke sistem asuransi tenaga kerja dan dana pensiun karena akan meningkatkan biaya perawatan.
(Oleh Jason Cahyadi dan Muhammad Irfan)