Taipei, 23 Mar. (CNA) Guna memperkuat daya saing startup di bidang inovasi dan teknologi, delegasi Indonesia hadir dalam ajang internasional Smart City Summit & Expo (SCSE) 2026 yang mengusung tema "Digital and Green Transformation". Bertempat di Taipei Nangang Exhibition Center, Taiwan, pameran ini berlangsung selama empat hari, mulai dari 17 hingga 20 Maret 2026, tulis rilis pers Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei.
Salah satu exhibitor, Indonesia Prima merangkul tiga startup asal Indonesia, yaitu TechnoGIS, Ravelware, dan Optibis.bio, untuk bersanding dengan perusahaan-perusahaan rintisan dari berbagai negara, seperti Australia, Jepang, Thailand, Korea Selatan, dan India.
Ketiga startup tersebut menawarkan solusi inovatif yang selaras dengan pengembangan kota pintar (smart city), transformasi digital, dan ekosistem perkotaan berkelanjutan. Teknologi geospasial serta inovasi ramah lingkungan—yang mampu mendaur ulang limbah botol plastik menjadi material grafena—sukses menjadi daya tarik utama dari startup Indonesia di ajang SCSE 2026 ini, tulis keterangan tersebut.
Kehadiran Indonesia Prima bersama ketiga startup tersebut membawa komitmen kuat untuk menjembatani masa depan Indonesia dengan teknologi smart city yang lebih maju, sekaligus mendukung target Net Zero Emission dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
"Kehadiran Indonesia Prima dan startup Indonesia menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi negara kita sebagai salah satu pusat pertumbuhan inovasi smart city, sekaligus membuka peluang baru bagi startup lokal untuk terhubung dengan ekosistem global," kata Dyah Yusuf, Direktur Utama Indonesia Prima.
Lebih lanjut, Dyah menyampaikan bahwa masa depan smart city tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kolaborasi bermakna yang menghubungkan berbagai ekosistem lintas negara. Melalui partisipasi di ajang ini, diharapkan pengembangan dan perluasan kolaborasi dapat segera diwujudkan.
Arif Sulistiyo, Kepala KDEI hadir didampingi Kepala Bidang Investasi, Eko Wijanarko, dan Kepala Bidang Perdagangan, Wara Agustina Rukmini juga turut hadir pada Jumat (20/3).
Arif mengapresiasi kehadiran delegasi Indonesia yang diwakili oleh Indonesia Prima beserta ketiga startup tersebut. Arif menyambut baik dan mendukung penuh langkah penguatan ekosistem inovasi smart city melalui kolaborasi internasional ini.
"KDEI Taipei menyambut baik dan siap mendukung penguatan daya saing startup Indonesia di kancah global, termasuk kolaborasi lebih lanjut dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) di Taiwan. KDEI Taipei siap mengawal komitmen Indonesia Prima untuk mengubah potensi menjadi kemitraan nyata yang memberikan dampak strategis dan berkelanjutan," ujar Arif.
Sarono pendiri Techno GIS Indonesia, menyampaikan bahwa ini adalah pertama kalinya mengikuti pameran di Taiwan dan potensinya cukup besar terbukti dengan adanya beberapa pelaku usaha yang mendatangi booth dan berdiskusi lebih lanjut.
Di penghujung pameran Smart City Summit & Expo 2026, Indonesia Prima beserta ketiga startup Indonesia berhasil menarik minat beberapa pelaku usaha tidak hanya dari Taiwan namun juga Afrika Selatan, Yunani, Thailand, Malaysia dan Korea yang mencakup bidang pertanian, kehutanan, energi terbarukan dan smart parking untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan Indonesia Prima dan start up Indonesia yang hadir, tulis keterangan tersebut.