Jemaah membeludak, salat Idul Fitri di Taipei digelar 3 sesi dan dihadiri 30.000 orang lebih

21/03/2026 13:11(Diperbaharui 21/03/2026 13:53)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Salat Idul Fitri di National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall, Taipei pada Sabtu. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)
Salat Idul Fitri di National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall, Taipei pada Sabtu. (Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)

Taipei, 21 Mar. (CNA) "Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, La ilaha illallahu Wallahu akbar," lafaz takbir Idul Fitri berkumandang di pelataran National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall, Taipei pada Sabtu (21/3), dalam rangka memperingati hari kemenangan setelah satu bulan berpuasa di bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Penyelenggaraan salat Idul Fitri yang diadakan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei ini dilaksanakan di tempat yang sama seperti tahun lalu.

Menurut pantauan CNA, jemaah yang hadir melebihi dari jumlah tahun lalu. Hal tersebut terlihat pada sesi pertama yang dimulai pada pukul 06.30, di mana pada sisi kiri depan panggung area tempat tenda sponsor sesak dipenuhi para peserta salat.

Ditemui di akhir salat sesi pertama, Kepala KDEI Arif Sulistiyo mengungkapkan bahwa jemaah yang datang pada hari Sabtu mencapai 30.000 orang lebih, berdasarkan laporan pihak kepolisian yang disampaikan kepadanya.

"Alhamdulilah hari ini cuaca bagus, diberikan kelancaran, teman-teman bisa beribadah dengan khidmat. KDEI Taipei dan organisasi masyarakat di seluruh Taiwan mengadakan salat Idul Fitri di 40 titik, alhamdulilah saya mendapat laporan semuanya berjalan dengan baik," ujar Arif.

"Saya mendoakan teman-teman tetap sehat selalu dan tak lupa saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin. Tadi informasi dari kepolisian mengatakan ada 30.000 orang jemaah yang datang dan saat ini sudah kloter kedua, nah kalau misalnya jumlah masih membeludak dan penuh, kita akan buka kloter ketiga," tambahnya.

Sebelumnya, dalam pengumuman di media sosial, salat di National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall direncanakan hanya akan dilaksanakan dua sesi.

(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)
(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)

Senada dengan ucapan Arif, Kholik, ketua panitia penyelenggaraan salat Idul Fitri dari PCINU, mengatakan jemaah yang datang lebih dari 30.000 orang, berdasarkan laporan beberapa panitia yang ditempatkan untuk mengatur jalur keluar-masuk jemaah.

"Jemaah kali ini membeludak, banyak yang berbondong-bondong datang karena Hari Raya Idul Fitri tahun ini bertepatan pada hari Sabtu, weekend jadi banyak yang libur juga," ujar Kholik.

Kholik juga mengatakan sesi pertama diimami M. Ali Al Imron, dengan khatib Ustaz M. Ghofur, sementara yang kedua, yang dimulai pukul 08.00, diimami Ali Maslian dengan bilal Adi Jenita. Sementara itu, Ustaz Hamdan Sabirin mengisi sesi ketiga.

"Alhamdulilah kita diberikan kelancaran, ketertiban untuk menunaikan salat Idul Fitri kali ini. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama pemerintah Taiwan, SYS, KDEI dan kepolisian setempat," kata Kholik yang telah menjabat sebagai ketua panitia selama 2 periode ini.

Risa Iin Indriyani, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) di Banqiao yang bekerja di Panti Jompo, mengatakan dirinya selalu berkesempatan untuk mengikuti Salat Idul Fitri setiap tahunnya.

"Alhamdulilah saya selama lebih dari 12 tahun bekerja di Taiwan, diizinkan untuk salat Idul Fitri setiap tahun selalu ikut. Ini yang kedua kali di Taipei, kalau sebelumnya di Taoyuan. Saya diperbolehkan untuk mengambil libur. Jika hari raya seperti ini, saya pindah sif, malamnya kerja jadi pagi hari saya izin untuk salat. Saya juga diizinkan berpuasa selama bulan Ramadan," ujar Risa.

(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)
(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)

Sama seperti Risa, Mia yang bekerja menjaga lansia di Taipei juga mengatakan diperbolehkan mengambil libur untuk menunaikan salat Idul Fitri. Bahkan ia menyebut, majikannya juga memperbolehkannya menunaikan salat setiap hari.

"Alhamdulilah saya juga diperbolehkan puasa oleh majikan," ujar Mia yang sudah bekerja delapan tahun di Taiwan.

PMI yang bekerja di salah satu pabrik kertas di Distrik Zhonghe, New Taipei, Zaki juga mengakui bahwa ia dizinkan untuk menunaikan salat dan berpuasa di tempat kerjanya. Kebetulan pada hari Sabtu ini ia libur dan digunakan untuk datang menunaikan salat Idul Fitri.

Zaki, yang telah bekerja di Taiwan selama dua tahun, berpesan pada rekan-rekan PMI untuk tetap semangat bekerja dan jangan melupakan ibadah.

Berdasarkan informasi dari rilis pers KDEI, selain tempat National Dr. Sun Yat-sen Memorial Hall, KDEI Taipei bekerja sama dengan organisasi kemasyarakatan di Taiwan juga menyelenggarakan salat Idul Fitri di beberapa tempat, dan masjid serentak di seluruh Taiwan.

KDEI Taipei mengatakan pihaknya juga menghormati umat Islam yang melaksanakan salat Idul Fitri pada tanggal 20 Maret.

Adapun KDEI Taipei juga membuka kantornya bagi masyarakat Indonesia yang ingin datang berkunjung pada Sabtu pukul 10.00 hingga pukul 13.00 untuk menikmati hidangan khas Idul Fitri ala Nusantara dan bersilaturahmi bersama warga diaspora lainnya. 

(Oleh Miralux)

Selesai/JC

(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)
(Sumber Foto : CNA, 21 Maret 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.