Kelompok buruh minta pekerja migran dimasukkan ke sistem pensiun baru Taiwan

19/03/2026 10:26(Diperbaharui 19/03/2026 12:06)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Kelompok buruh menggelar protes di luar kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)
Kelompok buruh menggelar protes di luar kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)

Taipei, 19 Mar. (CNA) Kelompok buruh hari Rabu (18/3) mendesak Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan memasukkan semua pekerja migran ke sistem pensiun yang lebih baru, dalam aksi protes terhadap kebijakan baru yang menurut kementerian akan memberikan akses lebih besar bagi tenaga kerja asing ke skema pensiun.

Di luar MOL, sejumlah kelompok, termasuk Taiwan International Workers' Association (TIWA), mengkritik rencana kebijakan di mana majikan mulai 1 April akan diwajibkan memasukkan semua pekerja migran kerah biru yang telah bekerja untuk mereka selama sepuluh tahun atau lebih ke dalam sistem pensiun lama Taiwan.

Menurut MOL, pemberi kerja akan diwajibkan untuk mendaftarkan pekerja migran yang memenuhi syarat ke sistem pensiun lama, di mana mereka harus menyumbang 2-15 persen dari gaji bulanan setiap pekerja ke dana cadangan pensiun tenaga kerja bersama, bukan ke rekening individu.

Kebijakan ini akan memperluas penerapan sistem pensiun lama kepada pekerja migran, tetapi kelompok buruh mengatakan kriteria kelayakan membuat manfaat pensiun masih akan sulit dijangkau sebagian besar tenaga kerja asing.

Pejabat TIWA Wu Jing-ru (吳靜如) mengatakan banyak pekerja migran bekerja di sektor industri, dan mereka sering kali habis kontrak atau dipindahkan ke pemberi kerja baru, sehingga sulit bagi mereka untuk tetap bekerja pada pemberi kerja yang sama selama sepuluh tahun.

Wu juga memperingatkan bahwa beberapa pemberi kerja mungkin "secara legal mengakhiri pekerjaan seorang pekerja" sebelum mereka memenuhi syarat di bawah kebijakan baru ini untuk menghindari kewajiban membayar kontribusi pensiun tenaga kerja.

Kelompok-kelompok buruh mendesak pemerintah untuk memperluas sistem pensiun yang lebih baru, yang telah berlaku bagi pekerja Taiwan sejak 2005, kepada semua pekerja migran, termasuk perawat domestik dan asisten rumah tangga, agar mereka dapat diperlakukan sama seperti pekerja lokal.

Sistem yang lebih baru mewajibkan pemberi kerja untuk menyumbang setidaknya 6 persen dari upah bulanan pekerja ke rekening pensiun individu, bukan ke dana bersama.

Kelompok buruh menghadapi aksi tandingan asosiasi majikan di luar kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)
Kelompok buruh menghadapi aksi tandingan asosiasi majikan di luar kantor Kementerian Ketenagakerjaan di Taipei pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)

Menanggapi tuntutan, MOL dalam sebuah pernyataan tidak menjelaskan mengapa mereka memilih untuk menerapkan sistem lama -- yang memiliki aturan kelayakan lebih ketat daripada sistem baru dan secara bertahap dihapuskan untuk pekerja lokal -- kepada pekerja migran.

Sebaliknya, MOL mengatakan bahwa pekerja migran tercakup dalam sistem lama dan dapat mengklaim manfaat pensiun jika memenuhi persyaratan hukum, dengan alasan bahwa, "Hak mereka sama dengan pekerja lokal yang tercakup dalam sistem lama."

Protes kelompok buruh menghadapi aksi tandingan oleh International Association of Family and Employers with Disabilities -- yang juga dikenal sebagai asosiasi majikan -- dan Partai Solidaritas Taiwan (TSP) di tempat dan waktu yang sama.

Mereka menolak perawat domestik dan pekerja rumah tangga dimasukkan ke sistem asuransi tenaga kerja dan dana pensiun, mengatakan bahwa hal itu akan secara langsung meningkatkan biaya perawatan bagi keluarga.

Menanggapi ini, MOL menyatakan bahwa jika seorang perawat dipekerjakan perusahaan, toko, atau badan usaha yang mempekerjakan lima pekerja atau lebih, ia harus didaftarkan dalam asuransi tenaga kerja melalui unit usaha tersebut sebagai pihak penanggung.

(Oleh Sunny Lai dan Miralux)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

International Association of Family and Employers with Disabilities dan Partai Solidaritas Taiwan menggelar aksi tandingan terhadap protes kelompok buruh pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)
International Association of Family and Employers with Disabilities dan Partai Solidaritas Taiwan menggelar aksi tandingan terhadap protes kelompok buruh pada Rabu. (Sumber Foto : CNA, 18 Maret 2026)
How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.