Taipei, 22 Mar. (CNA) BTN FC, klub futsal yang beranggotakan mahasiswa dan pekerja migran Indonesia, berlaga di pekan pertama liga profesional Taiwan Formosa Futsal One (FF1) di Taipei Gymnasium pada Sabtu (21/3) dan Minggu, dengan belum berhasil mengamankan poin melawan tim-tim unggulan.
Baca juga: Klub futsal migran Indonesia tanding di FF1, ajak WNI dukung
Dalam laga debutnya melawan sang juara bertahan sekaligus tuan rumah Taipei Leopards, yang anggotanya terutama diisi pemain Tim Nasional (Timnas) Taiwan dan mahasiswa Taipei University of Marine Technology, BTN FC bermain defensif dengan menghadapi tekanan tinggi, serangan bertubi-tubi, dan benturan badan.
Taipei Leopards, yang dilengkapi bintang-bintang FF1 musim lalu termasuk peraih sepatu emas Tai Yi-yun (戴翊昀), sarung tangan emas Lin Kuan-ting (林冠霆), dan pemain terbaik Tang Wei-tai (唐偉泰), bermain mendominasi di sepanjang babak pertama, membuat BTN FC kebobolan tujuh gol.
Memasuki babak kedua, BTN FC tampil lebih lepas dan menyerang hingga menciptakan sejumlah peluang dan mencetak gol melalui kaki Deni Rasliami, yang telah menetap di Taiwan sekitar empat tahun sebagai pekerja migran.
Melalui sebuah serangan balik cepat yang tidak berhasil dikejar pemain Taipei Leopards, sang kapten BTN FC membobol gawang Chiang Hsin-wei (江信緯), kiper Timnas Taiwan dalam kualifikasi Piala Asia AFC 2026.
Namun, meski berkali-kali diselamatkan tekel bersih dan penyelamatan gemilang kiper Feri Setiawan, gawang BTN FC kembali kemasukan tiga gol, termasuk oleh Lin Chih-hung (林志紘) yang pernah membobol Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia AFC 2022, menutup papan skor 1-10.
Usai pertandingan, BTN FC menghampiri bangku penonton yang terlihat dihadiri sejumlah pendukung, yang di sepanjang laga sempat meneriakan dukungan.
Dalam wawancara dengan CNA, Pelatih Kepala BTN FC Ari Faisal Munir mengatakan bahwa laga kontra juara FF1 tahun lalu ini menjadi pengalaman berharga.
"Buat tim saya, ini evaluasinya sangat banyak. Semoga ke depannya lebih bagus lagi. Jadi kita koreksi dari pertandingan tadi, semoga pertandingan besok lebih baik, lebih kompak lagi," ucap lulusan Taiwan yang kini telah bekerja itu.
Pada Minggu, pertandingan melawan juara kedua FF1 musim lalu Taichung Traveler Futsal Club tampak lebih dinamis dengan jual-beli serangan. Namun, BTN FC harus menelan gol pertama.
BTN FC berhasil menyamakan kedudukan melalui Ravil Kalsah, lulusan universitas Taiwan yang kini telah bekerja, yang tendangannya dari luar area penalti merangsek ke pojok kanan bawah gawang, menyambut umpan Tri Putro Bagoes Dewanto.
Sempat kebobolan dua kali berturut-turut, BTN FC menutup babak pertama dengan gol lainnya dari sentuhan pertama Lalu Januarta Pratama, memanfaatkan bola liar penyelamatan Wang Po-chuan (王柏荃), kiper yang pernah masuk pelatihan nasional Taiwan.
BTN FC bermain lebih defensif di babak kedua, dan Taichung Traveler, yang membawa sejumlah pemain Timnas Taiwan, berhasil mencetak lima gol dalam 15 menit. Namun, Ravil kembali merobek jala melalui sentuhan pertama keras dari bola liar hasil blok lawan.
Taichung Traveler kemudian memainkan skema power play -- di mana kiper menggelandang ke daerah pertahanan lawan -- yang berhasil dimanfaatkan Ravil, dengan tendangan jarak jauh yang tepat sasaran ke gawang yang tidak dijaga, membuatnya mencatatkan hat-trick.
Gawang BTN FC kembali dibobol veteran Timnas Taiwan Allen Huang (黃偉倫), sebelum pertandingan berakhir dengan skor 4-9.
Kepada CNA, Reza Prasetiawan, fixo BTN FC, mengatakan bahwa di babak pertama kontra Taichung Traveler, fisik dan mental pemainnya "sudah sangat membaik" ketimbang laga perdana. "Namun, di babak kedua, fisik kita dan fokus kita mulai menurun, sehingga tercipta banyak gol lagi untuk lawan."
Seraya mencatat pencapaian BTN FC dalam mengejar ketertinggalan yang menurutnya "sudah sangat bagus", kata Reza, dari kedua pertandingan ini, para pemain klubnya mendapatkan pelajaran untuk meningkatkan fisik dan mental bermainnya.
"Pengalaman yang luar biasa bagi aku dan pemain. Jadi pembelajaran buat kita. Mungkin kita sering berkompetisi di liga-liga yang 'kurang resmi' dari pemerintah Taiwan, tetapi kita buktikan di sini," kata Reza menceritakan pengalamannya berlaga di liga profesional Taiwan ini.
Syaeful Maarif, pivo BTN FC, mengatakan kepada CNA bahwa sejarah klubnya berawal sejak 2019, dari kejuaraan antarmahasiswa di Taiwan yang diikuti universitasnya, Chien Hsin University of Science and Technology (UCH).
Setelah itu, kata Syaeful, ia mengikuti pelatihan pelatih bersama pelatih Timnas Taiwan sampai menjalin relasi dengan Asosiasi Sepak Bola Chinese Taipei (CTFA), hingga ia dan rekannya, termasuk Reza, rutin menggelar turnamen olahraga dan mendapat tempat untuk berlaga di FF1.
Pemain BTN FC sendiri terkumpul dari pencarian bakat di turnamen yang digelar dari utara hingga selatan Taiwan, ucapnya. Untuk FF1 sendiri, kata Syaeful, skuad yang berlaga akan diisi anggota klub yang terdekat dari lokasi dihelatnya pertandingan, juga karena keterbatasan finansial.
Sebelumnya, Feri, yang telah tiga tahun bekerja di Taiwan, mengatakan BTN FC sendiri adalah singkatan dari Baitimes FC, diilhami dari nama sebuah media yang membantu klubnya ikut serta dalam FF1.
Mengenai jadwal latihan, kata Syaeful yang kini telah bekerja di pabrik, "Dengan kekuatan ingin menyalurkan hobi," klub sering berlatih pada akhir pekan, bahkan setelah para pemain pulang kerja.
Pesannya untuk diaspora Indonesia di Taiwan, "Kalau kalian ingin menyalurkan hobi, di mana pun tempatnya, terus latihan, terus tambah koneksi, terus konsisten. Pasti ada jalan."
Dalam wawancara bersama CNA, Huang Yu-chia (黃宥嘉), ketua Taiwan Futsal League Development Association, mengatakan bahwa FF1, yang kini memasuki tahun ketiganya, secara khusus menyambut rekan-rekan Indonesia di Taiwan.
Seraya mencatat Timnas Futsal Indonesia meraih juara 2 Piala Asia AFC tahun ini, Huang mengatakan ia berharap pihaknya dan rekan-rekan Indonesia di Taiwan bersama-sama berjuang.
Sementara itu, dalam upacara pembukaan liga, Ketua BTN FC Rudiyanto dalam sambutannya mengatakan, "Terima kasih telah memberikan kesempatan dan wadah yang luar biasa ini untuk bertanding dan bersaudara di atas lapangan."
Menurut akun media sosial FF1, laga selanjutnya BTN FC dijadwalkan akan berlangsung di Puzih Gymnasium Kabupaten Chiayi pada 25 dan 26 April, masing-masing melawan Taoyuan FC dan Taichung Dali Wolves.
Selesai/IF