Studi temukan varian gen terkait penurunan kognitif yang lebih cepat pada orang Taiwan

22/03/2026 09:03(Diperbaharui 22/03/2026 09:03)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Foto hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Pixabay)
Foto hanya untuk ilustrasi semata. (Sumber Foto : Pixabay)

Taipei, 22 Mar. (CNA) Sebuah tim peneliti di Lembaga Penelitian Kesehatan Nasional (NHRI) Taiwan telah menemukan orang Taiwan paruh baya dan lanjut usia yang membawa varian gen APOE4 mengalami penurunan kognitif lebih cepat seiring waktu, temuan pertama seperti ini untuk populasi Taiwan.

Varian gen APOE4, salah satu dari empat varian APOE, telah dikaitkan dengan penyakit Alzheimer sejak awal 1990-an, menurut laporan Stanford Medicine pada September 2025, dan beberapa studi telah meneliti prevalensi APOE4 di berbagai populasi.

Namun, studi NHRI adalah yang pertama mengonfirmasi bahwa gen APOE4 terkait dengan percepatan penurunan kognitif pada populasi orang Taiwan paruh baya dan lansia yang secara kognitif sehat, kata peneliti NHRI Chung Yu-chu (鍾宇筑) dalam konferensi pers pada Senin (16/3).

"Hasil ini menyoroti potensi manfaat dari kesadaran risiko genetik sejak dini dan mendukung pertimbangan strategi pencegahan yang ditargetkan bagi pembawa APOE4," tulis tim NHRI dalam studi yang dipublikasikan di JAMA Network Open pada 6 Maret.

Meskipun status pembawa APOE4 telah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer, mekanismenya belum jelas.

Peneliti NHRI Lai Rai-hua (賴瑞華) mengatakan bahwa gen APOE berperan dalam mengatur kadar lipid darah serta memetabolisme dan membersihkan protein berbahaya, sementara varian keempat juga dapat dikaitkan dengan peradangan kronis yang parah dan hormon stres.

Oleh karena itu, barian gen APOE4 dapat berkontribusi pada penumpukan amiloid, protein abnormal yang tidak larut yang dapat menumpuk di otak, dan dianggap sebagai faktor risiko genetik paling umum untuk penyakit Alzheimer onset lambat, katanya.

Rincian Studi

Untuk mengetahui apakah APOE4 terkait dengan penurunan kognitif yang lebih cepat di Taiwan, tim menganalisis data dari 4.392 orang dewasa berusia 55 tahun ke atas yang belum didiagnosis demensia.

Dari para partisipan tersebut, 33 membawa dua salinan APOE4, 723 membawa satu salinan, dan sisanya bukan pembawa, menurut studi tersebut.

Dengan menggunakan hasil dari Mini-Mental State Examination (MMSE), tes fungsi kognitif yang umum digunakan, para peneliti melacak perubahan kognisi partisipan pada setidaknya dua titik waktu selama rata-rata sekitar enam tahun.

Tim menemukan bahwa orang dewasa paruh baya dan lansia yang membawa satu atau dua salinan APOE4 mengalami penurunan kognitif yang secara signifikan lebih cepat dibandingkan nonpembawa, dengan kesenjangan yang semakin melebar setelah usia 70 tahun.

Mereka yang membawa dua salinan APOE4 menunjukkan penurunan tercepat, kata tim tersebut, menunjukkan pola tergantung dosis di mana "semakin banyak salinan yang dimiliki seseorang, semakin nyata percepatan penurunan kognitifnya."

Studi tersebut menemukan bahwa 17,3 persen orang Taiwan membawa setidaknya satu salinan varian gen tersebut, lebih rendah dibandingkan 20-30 persen pembawa pada populasi kulit putih, kata Lai, berdasarkan studi sebelumnya.

Lai mengatakan belum ada terapi yang menargetkan varian gen APOE4 yang memasuki tahap uji klinis, tetapi ia berharap studi ini dapat menjadi dasar program deteksi dini.

Ia juga menyarankan agar orang yang mengetahui dirinya membawa varian APOE4 sebaiknya fokus pada kebiasaan gaya hidup, seperti makan lebih banyak sayuran dan makanan berserat, mengonsumsi lebih sedikit lemak, dan lebih banyak berolahraga, untuk mengurangi risiko penurunan kognitif.

Menurut survei tahun 2023 yang dilakukan NHRI dan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, prevalensi demensia pada orang berusia 65 tahun ke atas di Taiwan mendekati 8 persen, yang berarti sekitar satu dari setiap 13 lansia mengalami kondisi tersebut.

(Oleh Tzeng Yi-ning, Sunny Lai dan Miralux) 

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.