Taipei, 17 Mar. (CNA) Pemerintah Kota Taipei mengatakan mereka hari Minggu (22/3) akan menghadirkan zona pengalaman budaya, pasar halal, area rekreasi, dan berbagai penampilan perayaan Hari Raya Idul Fitri di Taman Daan, yang di antaranya bertujuan memfasilitasi pekerja migran Indonesia (PMI) untuk merayakan hari besar itu.
Dalam acara "Eid-al-Fitr in Taipei" di Taman Daan, akan ada penampilan penyanyi-penulis lagu kenamaan Indonesia Feby Putri, penyanyi berdarah Indonesia-Taiwan Kelly Cheng (鄭沐晴), grup musik Gema Angklung, dan yang lainnya, kata Departemen Informasi dan Pariwisata Kota Taipei.
Juga akan ada berbagai kegiatan, termasuk yang mengajak warga mencoba membuat ketupat hingga kaligrafi, serta berbagai stan bertema budaya Muslim yang membuat pengunjung dapat mencicipi kuliner khas mancanegara, kata departemen tersebut.
Wakil Kepala Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Kota Taipei, Yeh Ssu-yen (葉思延) mengatakan kepada CNA bahwa pada Januari tahun ini jumlah total pekerja migran di ibu kota mencapai 61.155 orang, dengan 30.789 di antaranya berkebangsaan Indonesia, dan 27.666 PMI bekerja sebagai perawat rumah tangga.
Seiring Ramadan segera berakhir dan Idul Fitri, yang sama pentingnya seperti Tahun Baru Imlek di Taiwan, segera tiba, kata Yeh, Departemen Ketenagakerjaan Kota Taipei juga akan menggelar zona pengalaman budaya, yang sekaligus memungkinkan para PMI berkumpul dan merayakan hari penting tersebut.
Dalam sebuah siaran pers hari Selasa, Kepala Departemen Ketenagakerjaan Wang Chiu-tung (王秋冬) menyatakan bahwa untuk terus mendorong integrasi multikultural, tahun ini kegiatan secara khusus mendirikan stan interaktif budaya dari berbagai kepulauan Indonesia agar warga dapat merasakan pengalaman adat Nusantara.
Pemerintah Kota Taipei berkomitmen menciptakan lingkungan yang ramah bagi Muslim, dengan harapan para umat Muslim dari berbagai latar belakang budaya dapat hidup dengan tenang di ibu kota serta merayakan hari besar mereka dengan nyaman, menurut siaran pers.
Melalui penyelenggaraan kegiatan ini, kata Departemen Ketenagakerjaan, diharapkan bahwa semakin banyak warga dapat mengenal budaya Islam dan keberagaman kampung halaman para pekerja migran, sehingga rasa saling menghormati tumbuh dari pemahaman dan persahabatan semakin mendalam melalui interaksi.
Di sisi lain, untuk mendorong pertukaran budaya dua arah, kata Yeh, juga akan ada sebuah kegiatan yang memungkinkan pekerja migran dan masyarakat Taiwan menjelajahi Taipei dan merasakan budaya asing bersama-sama, dengan pendaftaran yang dimulai pada 1 April dan informasinya dapat dilihat di halaman Facebook 手牽手at Taipei.
(Oleh Yang Shu-min dan Jason Cahyadi)
Selesai/ML