Taipei, 8 Mar. (CNA) Melalui pencahayaan dan instalasi seni, karya-karya di zona imigran baru Taiwan Lantern Festival 2026 di Kabupaten Chiayi menampilkan kehidupan lintas budaya yang terjalin bersama, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA) selaku pendukung.
Zona lentera imigran baru ini, yang dibangun Pemerintah Kabupaten Chiayi dengan dukungan Dana Pengembangan Imigran Baru, menampilkan karya seni yang menggambarkan kisah kehidupan dan energi budaya imigran baru yang telah berakar dan berkembang di Taiwan, kata NIA dalam rilis pers, Sabtu (7/3).
Empat karya utamanya, "Panggung Rumah Bersama", "Negeri Ransel", "Sungai Ibu", dan "Taman Kehidupan Bersama", menampilkan kehidupan lintas budaya yang terjalin bersama dan kenangan emosional yang menyertainya, kata NIA.
Baca juga: Tarian imigran baru di stasiun promosikan Festival Lentera Taiwan
Wakil Direktur Jenderal Imigrasi Chen Chien-cheng (陳建成), bersama para anggota Komite Pengelola Dana Pengembangan Imigran Baru, hari Sabtu berkunjung untuk menikmati hasil karya di zona lentera tersebut, menurut NIA.
Pada siang hari, area ini berfungsi sebagai ruang pertunjukan dan interaksi, sementara pada malamnya turut memadukan proyeksi cahaya dan efek musik, kata ditjen tersebut.
Di antara karya-karya yang ada, "Panggung Rumah Bersama" menonjolkan perpaduan unsur arsitektur dari berbagai negara sebagai konsep desain, melambangkan koeksistensi dan peleburan berbagai budaya di Taiwan, menurut NIA.
Di depan instalasi "Sungai Ibu", Chen dan para anggota komite bersama-sama meletakkan lentera air yang perlahan mengalir mengikuti cahaya dan bayangan, "Bagaikan sungai harapan yang menyampaikan doa dan menerangi masa depan," kata NIA.
Selama berlangsungnya festival, selain adanya penampilan berbagai karya lentera yang beragam, kelompok imigran baru setempat juga diundang untuk tampil dan menyelenggarakan pengalaman budaya busana, kata NIA.
Selain itu, para imigran baru juga akan berperan sebagai "buku cerita yang berjalan", berbagi perjalanan hidup mereka, "Sehingga masyarakat dapat merasakan secara lebih dekat wujud nyata serta kehangatan budaya yang beragam," kata NIA.
Pemerintah Kabupaten Chiayi juga telah membimbing 26 imigran baru sebagai pemandu wisata multibahasa yang menjadi jembatan budaya penting di zona lentera imigran baru, tambah ditjen tersebut.
Di lokasi, selain tersedia pemandu dengan penerjemahan langsung, juga disediakan panduan audio untuk membantu pengunjung memahami secara langsung kisah di balik karya-karya yang ada dan makna budayanya, kata NIA.
NIA mengatakan bahwa selain zona lentera imigran baru, keseluruhan area Taiwan Lantern Festival 2026 memadukan berbagai kelompok etnis di Taiwan serta kekayaan karakter budaya yang beragam.
Menurut Pemerintah Kabupaten Chiayi, zona ini akan ditampilkan di persimpangan Bulevar Taizi dan Jalan Xinyi I hingga 15 Maret, di mana sekitar 50 imigran baru turut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ini.
Selesai/ja