Taipei, 4 Mar. (CNA) Imigran baru menari di pusat transportasi utama Taipei dan Chiayi untuk mempromosikan Taiwan Lantern Festival 2026, menampilkan keindahan keragaman budaya, menarik perhatian para wisatawan yang lalu-lalang, sekaligus memanaskan suasana menjelang acara, kata Pemerintah Kabupaten Chiayi.
Pada 27 Februari, di aula Taipei Main Station, kelompok "JW舞團" yang terdiri dari para saudari imigran baru mengenakan busana tradisional berwarna-warni, memadukan irama tari modern, dan menampilkan pesona budaya di tengah keramaian, kata Pemerintah Kabupaten Chiayi dalam sebuah rilis pers, Senin (2/3).
Keesokannya, tarian ditampilkan di alun-alun depan Stasiun Kereta Chiayi, di mana kelompok imigran baru setempat "大埔新住民協會" berinteraksi melalui pesona tarian bersama warga lokal dan para perantau yang pulang kampung saat periode libur panjang Hari Peringatan 228 itu, kata pemerintah kabupaten.
Selain menampilkan kehangatan hubungan antarmanusia yang kental, mereka juga mengundang masyarakat untuk mengunjungi zona lampion selama periode Taiwan Lantern Festival yang berlangsung di Kabupaten Chiayi, kata pemerintah kabupaten.
Di penghujung libur panjang, "外婆橋教育關懷協會" menghadirkan penampilan puncak dari para imigran baru di Stasiun Kereta Cepat Chiayi, seraya menyampaikan informasi festival kepada para pelancong yang bepergian dari utara dan selatan, kata pemerintah kabupaten.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Chiayi telah mengumumkan bahwa Taiwan Lantern Festival tahun ini akan menghadirkan zona lentera imigran baru bertajuk "Kampung Halaman Baru", yang "Menampilkan proses migrasi, integrasi budaya, dan keberadaan lintas budaya secara berlapis melalui bentuk seni."
Dalam rils pers, Bupati Chiayi Weng Chang-liang (翁章梁) menyampaikan bahwa Taiwan Lantern Festival 2026 bukan hanya pesta cahaya, tetapi juga panggung penting untuk menampilkan semangat keharmonisan dan kebersamaan berbagai etnis di kabupaten tersebut.
Para saudari imigran baru menafsirkan perpaduan budaya tanah air mereka dan kehidupan lokal melalui tarian, selaras dengan semangat inti festival tahun ini, yakni "Kisah Kampung Halaman Baru", kata Weng.
Melalui tarian di muka umum selama tiga hari, kata Weng, ia berharap masyarakat di seluruh Taiwan dapat lebih dulu menyaksikan sorotan menarik dari zona lentera imigran baru sebelum festival resmi dibuka, dan selanjutnya terdorong untuk berkunjung ke Chiayi.
Kepala Biro Urusan Sosial Kabupaten Chiayi Chang Tsui-yao (張翠瑤) menyatakan bahwa zona lentera imigran baru mengusung tema yang melambangkan bahwa ketika melangkah memasuki gerbang Chiayi, dari mana pun asalnya, seseorang telah menjadi bagian dari kabupaten itu.
Melalui seni cahaya dan bayangan serta pertunjukan seni lintas budaya yang berkelanjutan, zona ini menampilkan kisah kehidupan dan kenangan emosional yang berpadu lintas negara, kata Chang.
Pemerintah kabupaten mengatakan mereka mengundang masyarakat untuk berkunjung pada 3–15 Maret ke zona lentera "Kampung Halaman Baru" di persimpangan Bulevar Taizi dan Jalan Xinyi I, di mana sekitar 50 imigran baru turut serta dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan ini.
Selain menikmati lentera, pengunjung juga dapat mengikuti pengalaman budaya yang mendalam, mengenakan busana tradisional dari berbagai negara, mencicipi kuliner khas, serta menukarkan hadiah terbatas bercita rasa kampung halaman setelah menyelesaikan tugas interaktif, kata pemerintah kabupaten.
Taiwan Lantern Festival 2026 telah dibuka pada Selasa malam, dengan Weng, Presiden Lai Ching-te (賴清德), dan sejumlah pejabat lainnya menanam bibit pohon simbolis yang melambangkan harapan, sekaligus menyalakan lampion utama.
Lebih dari 1 juta pengunjung hadir, menyaksikan momen cahaya yang memukau, dengan lautan lampu ponsel berpadu dengan lampion utama menjadi pemandangan yang menawan, menurut pemerintah kabupaten.
Selesai/ja