Taipei, 8 Mar. (CNA) Kantor Kejaksaan Distrik Yunlin Taiwan hari Jumat (6/3) mengumumkan bahwa mereka telah menuntut dua pekerja migran Vietnam karena menyelundupkan ganja dari Thailand ke Taiwan.
Menurut siaran pers dari kantor tersebut, kasus ini menghasilkan penyitaan 2,2 kilogram ganja, dengan nilai jual diperkirakan lebih dari NT$3 juta (Rp1,6 miliar).
Bekerja sama dengan Bea Cukai Kaohsiung, kantor kejaksaan menemukan ganja, narkotika golongan 2 di Taiwan, dalam sebuah paket yang dikirim dari Thailand pada Oktober lalu.
Paket tersebut dikirim ke Desa Lunbei di Kabupaten Yunlin oleh seorang pria bermarga Tran, seorang pekerja migran Vietnam di Taiwan. Sebuah nomor kontak juga disediakan untuk warga negara Vietnam lainnya, bermarga Nguyen.
Menurut pihak kejaksaan, Nguyen adalah pekerja migran hilang kontak yang sebelumnya bekerja di perusahaan yang sama dengan Tran.
Petugas Bea Cukai Kaohsiung menandai paket tersebut saat tiba di Taiwan pada 15 Oktober tahun lalu. Paket itu ditemukan berisi produk perawatan rambut seperti shower cap dan batang pengeriting, di dalamnya tersembunyi sepuluh bungkus ganja yang dibeli Tran di Thailand.
Pihak kejaksaan menambahkan bahwa petugas kepolisian mengganti narkoba tersebut dengan bahan tanaman sebelum mengirimkan paket ke alamat yang tertera.
Pada 27 Oktober, paket tersebut dikirim ke sebuah alamat di mana petugas kepolisian menangkap Tran dan Nguyen.
Kedua warga negara Vietnam tersebut didakwa atas pelanggaran terhadap Undang-Undang Pencegahan Bahaya Narkotika Taiwan dan Undang-Undang Sanksi Penyelundupan.
Selesai/JC