Taipei, 4 Mar. (CNA) Taiwan telah memblokir 1.000 kilogram biji wijen hitam yang diimpor dari Tiongkok setelah hasil uji menemukan kadar logam berat kadmium yang melebihi batas, kata Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan (TFDA) pada Selasa (3/3).
Biji wijen tersebut, yang diimpor Yao Xi Limited Taiwan Branch, ditemukan mengandung 0,2 miligram per kilogram (mg/kg) kadmium, kata Liu Fang-ming (劉芳銘), direktur Pusat Manajemen Taiwan Utara TFDA.
Berdasarkan Standar Sanitasi untuk Kontaminan dan Racun dalam Pangan, tidak boleh lebih dari 0,1 mg/kg kadmium yang diizinkan dalam kategori "biji-bijian sereal lainnya", jelas Liu, seraya menambahkan bahwa pengiriman tersebut telah diperintahkan untuk dikembalikan atau dimusnahkan.
Menurut TFDA, ini adalah kedua kalinya dalam enam bulan biji wijen yang dibawa oleh perusahaan tersebut, yang mengoperasikan merek dessert Hong Kong yang diakui Michelin, KaiKai Dessert, gagal dalam inspeksi keamanan.
Akibatnya, pengambilan sampel impor wijen dari perusahaan tersebut kini akan dilakukan berdasarkan setiap kumpulan.
Sementara itu, Liu mengatakan produk lain dari importir yang sama akan tetap menjalani inspeksi standar.
TFDA pada Selasa juga mengungkapkan beberapa impor lain yang dicegat di perbatasan karena melanggar undang-undang terkait Taiwan, termasuk nektarin segar dari Cili dan suplemen makanan cair dari Jerman.
Suplemen beraroma buah, bermerek CH-Alpha PLUS, ditemukan mengandung 0,9 gram per kilogram (g/kg) pengawet asam sorbat, melebihi batas legal sebesar 0,5 g/kg.
Liu mengatakan importir tersebut telah mengakumulasi dua pengiriman yang tidak sesuai dalam enam bulan dan sekarang akan dikenakan inspeksi per kumpulan barang.
Selesai/JC