Taipei, 28 Feb. (CNA) Federation Of Overseas Chinese Associations (FOCA) hari Jumat (27/2) menggelar perayaan Tahun Baru Imlek, di mana perwakilan Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Taiwan hadir dan menyampaikan sambutan.
Menurut rilis pers OCAC, Chang Liang-ming (張良民), wakil kepala dewan tersebut, mengatakan bahwa sejak didirikan pada 1952, federasi ini telah menjadi platform penting yang menghubungkan kekuatan dalam dan luar negeri.
Chang mengatakan bahwa kebijakan urusan perantauan pemerintah akan secara aktif menggabungkan sumber daya komunitas lokal untuk membantu para migran profesional baru berintegrasi ke masyarakat Taiwan.
Ini dilakukan menghadapi restrukturisasi rantai pasok akibat dinamika geopolitik yang mendorong perpindahan tenaga profesional ke berbagai negara dan membentuk "gelombang baru fenomena migrasi", ujarnya.
Di antaranya berbagai programnya, kata Chang, dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah menginvestasikan NT$3,6 miliar (Rp1,9 triliun), dan ke depannya mahasiswa perantauan diharapkan dapat menjadi kekuatan baru untuk menutup kekurangan talenta di Taiwan.
Ketua FOCA Tung Hui-chen (童惠珍) menyatakan bahwa meskipun situasi politik dan ekonomi global dalam setahun terakhir cukup berat, Taiwan menunjukkan ketahanan ekonomi yang sangat kuat.
Tahun ini, rencana kerja tahunan federasi akan diperluas ke Australia, Selandia Baru, dan Belanda, dengan fokus utama pada "pewarisan lintas generasi" dan "penerjemahan kebijakan", menurut Tung.
"Selama mendukung dan mengakui konsep urusan perantauan, Anda adalah bagian dari keluarga besar," kata Tung, menambahkan bahwa FOCA tengah berupaya memperluas pengakuan dari generasi kedua dan ketiga perantau serta anak-anak repatrian.
Melalui penyelenggaraan kamp budaya, generasi muda yang tumbuh di luar negeri atau kembali ke Taiwan diharapkan dapat membangun keterikatan batin yang mendalam, dan pada akhirnya memilih untuk tinggal serta berjuang bersama di sini, kata Tung.
Terkait kebijakan mahasiswa dan pendidikan perantauan, Tung menyampaikan bahwa meskipun forum lintas kementerian pada akhir tahun lalu telah menyelesaikan persoalan-persoalan lama, dalam proses implementasi kebijakan, masih terdapat tantangan berupa "kurangnya komunikasi".
Oleh karena itu, ujarnya, tugas penting tahun ini adalah menjadi "penerjemah" antara pemerintah dan komunitas perantauan, melalui komunikasi dan koordinasi aktif agar kebijakan dapat dilaksanakan secara optimal.
Acara perayaan ini dihadiri lebih dari seratus perwakilan diaspora Tionghoa di berbagai wilayah, termasuk Australia, Hong Kong, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Laos, menurut rilis pers OCAC.
Selesai/IF