Keadaan Taiwan jadi bahasan utama perayaan Imlek komunitas Tionghoa perantauan

28/02/2026 16:53(Diperbaharui 28/02/2026 16:53)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Perayaan Tahun Baru Imlek Federation Of Overseas Chinese Associations pada Jumat. (Sumber Foto : OCAC)
Perayaan Tahun Baru Imlek Federation Of Overseas Chinese Associations pada Jumat. (Sumber Foto : OCAC)

Taipei, 28 Feb. (CNA) Federation Of Overseas Chinese Associations (FOCA) hari Jumat (27/2) menggelar perayaan Tahun Baru Imlek, di mana perwakilan Dewan Urusan Komunitas Luar Negeri (OCAC) Taiwan hadir dan menyampaikan sambutan.

Menurut rilis pers OCAC, Chang Liang-ming (張良民), wakil kepala dewan tersebut, mengatakan bahwa sejak didirikan pada 1952, federasi ini telah menjadi platform penting yang menghubungkan kekuatan dalam dan luar negeri.

Chang mengatakan bahwa kebijakan urusan perantauan pemerintah akan secara aktif menggabungkan sumber daya komunitas lokal untuk membantu para migran profesional baru berintegrasi ke masyarakat Taiwan.

Ini dilakukan menghadapi restrukturisasi rantai pasok akibat dinamika geopolitik yang mendorong perpindahan tenaga profesional ke berbagai negara dan membentuk "gelombang baru fenomena migrasi", ujarnya.

Di antaranya berbagai programnya, kata Chang, dalam empat tahun terakhir, pemerintah telah menginvestasikan NT$3,6 miliar (Rp1,9 triliun), dan ke depannya mahasiswa perantauan diharapkan dapat menjadi kekuatan baru untuk menutup kekurangan talenta di Taiwan.

Wakil Kepala OCAC Chang Liang-ming memberikan sambutan dalam acara Jumat. (Sumber Foto : OCAC)
Wakil Kepala OCAC Chang Liang-ming memberikan sambutan dalam acara Jumat. (Sumber Foto : OCAC)

Ketua FOCA Tung Hui-chen (童惠珍) menyatakan bahwa meskipun situasi politik dan ekonomi global dalam setahun terakhir cukup berat, Taiwan menunjukkan ketahanan ekonomi yang sangat kuat.

Tahun ini, rencana kerja tahunan federasi akan diperluas ke Australia, Selandia Baru, dan Belanda, dengan fokus utama pada "pewarisan lintas generasi" dan "penerjemahan kebijakan", menurut Tung.

"Selama mendukung dan mengakui konsep urusan perantauan, Anda adalah bagian dari keluarga besar," kata Tung, menambahkan bahwa FOCA tengah berupaya memperluas pengakuan dari generasi kedua dan ketiga perantau serta anak-anak repatrian.

Melalui penyelenggaraan kamp budaya, generasi muda yang tumbuh di luar negeri atau kembali ke Taiwan diharapkan dapat membangun keterikatan batin yang mendalam, dan pada akhirnya memilih untuk tinggal serta berjuang bersama di sini, kata Tung.

(Sumber Foto : OCAC)
(Sumber Foto : OCAC)

Terkait kebijakan mahasiswa dan pendidikan perantauan, Tung menyampaikan bahwa meskipun forum lintas kementerian pada akhir tahun lalu telah menyelesaikan persoalan-persoalan lama, dalam proses implementasi kebijakan, masih terdapat tantangan berupa "kurangnya komunikasi".

Oleh karena itu, ujarnya, tugas penting tahun ini adalah menjadi "penerjemah" antara pemerintah dan komunitas perantauan, melalui komunikasi dan koordinasi aktif agar kebijakan dapat dilaksanakan secara optimal.

Acara perayaan ini dihadiri lebih dari seratus perwakilan diaspora Tionghoa di berbagai wilayah, termasuk Australia, Hong Kong, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Kamboja, dan Laos, menurut rilis pers OCAC.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.