Taipei, 26 Feb. (CNA) "Taiwan Travelogue" (臺灣漫遊錄) karya Yang Shuang-zi (楊双子) telah masuk dalam daftar panjang International Booker Prize untuk fiksi terjemahan, kata penyelenggara penghargaan tersebut pada Selasa (24/2) waktu Inggris.
Para juri menggambarkan novel ini, yang menceritakan kisah romansa sesama jenis antara seorang penulis Jepang dan penerjemah lokalnya di Taiwan tahun 1930-an, sebagai "Sebuah kisah cinta yang lezat dan novel pascakolonial yang tajam."
"Saya berharap masyarakat di Taiwan dapat percaya diri terhadap kisah-kisah yang lahir dan tumbuh di pulau ini, karena sastra Taiwan tidak kalah semarak di panggung internasional," kata Yang seperti dikutip dalam siaran pers.
Mengikuti jejak Wu Ming-yi (吳明益), yang masuk daftar panjang pada 2018 untuk novelnya "The Stolen Bicycle" (單車失竊記), Yang mengatakan ia percaya lebih banyak novelis Taiwan akan melihat nama mereka muncul dalam daftar penghargaan ini di masa depan.
Lin King (金翎), penerjemah bahasa Inggris dari "Taiwan Travelogue", mengatakan ia merasa terhormat karena edisi bahasa Inggris yang diterbitkan lebih dari setahun lalu masih terus mendapat sambutan dari pembaca di seluruh dunia.
Ia berterima kasih kepada International Booker Prize dan And Other Stories, penerbit "Taiwan Travelogue" di Inggris, karena telah membantu lebih banyak pembaca menemukan kisah-kisah dari Taiwan.
International Booker Prize adalah penghargaan tahunan di Inggris untuk fiksi terjemahan, dengan hadiah sebesar £50.000 (Rp990 juta) yang dibagi rata antara penulis dan penerjemah.
Untuk penghargaan tahun ini, 13 judul masuk daftar panjang dari 128 pengajuan. Dari jumlah tersebut, enam finalis akan diumumkan pada 31 Maret, dan pemenangnya akan diumumkan di London pada 19 Mei.
Selesai/JC