Taipei, 28 Feb. (CNA) Wenzao Ursuline University of Languages (WZU) telah mengembangkan video pendek edukasi kesetaraan gender berbahasa Indonesia, Thailand, dan Vietnam untuk mendorong pendidikan di kalangan pekerja migran dan anak-anak imigran baru, kata Kementerian Pendidikan (MOE) selaku pemberi subsidi.
MOE dalam sebuah rilis pers hari Sabtu (28/2) mengatakan bahwa mereka sejak 2022 telah memberikan subsidi kepada perguruan tinggi untuk melaksanakan sebuah program yang bertujuan untuk mendorong pengembangan pendidikan kesetaraan gender yang sesuai dengan kebutuhan lokal.
Di antaranya, WZU memanfaatkan keunggulan multibahasa mereka dengan mengembangkan buku cerita, pengajaran berbasis penerjemahan, serta produksi video sosialisasi, dan telah menerima subsidi selama beberapa tahun berturut-turut, kata MOE.
WZU memulai dari buku cerita dwibahasa bahasa Indonesia–Mandarin, membimbing mahasiswa untuk menciptakan serta menerapkan materi ajar bertema isu gender, yang kemudian diaplikasikan secara nyata dalam pengajaran bagi anak-anak imigran baru, kata MOE.
Pada 2023, program ini diperluas dengan menerjemahkan buku cerita bahasa Thailand dan merekam video sosialisasi, serta melibatkan diskusi kelompok terpumpun, dengan memasukkan isu-isu kesetaraan gender yang dihadapi pekerja migran di Taiwan ke dalam perancangan materi ajar, kata MOE.
WZU pada 2024 mengembangkan buku cerita dalam bahasa Vietnam untuk meningkatkan empati mahasiswa terhadap situasi yang dihadapi perempuan imigran baru, tambah MOE.
Pada 2025, materi ajar kembali dioptimalkan dengan pengembangan video sosialisasi kesetaraan gender dalam bahasa Indonesia, Thailand, dan Vietnam, kata kementerian.
Selain itu, WZU turut membentuk tim mahasiswa untuk sosialisasi di lingkungan kampus maupun di balai komunitas imigran baru, serta mengunggah materi tersebut ke platform digital guna memperluas jangkauan sasaran, kata MOE.
MOE mengatakan mereka berharap melalui integrasi riset akademik, inovasi kurikulum, dan praktik sosial, nilai-nilai kesetaraan gender dapat diwujudkan secara nyata.
(Oleh Chen Chih-chung dan Jason Cahyadi)
Selesai/IF