Taipei, 28 Feb. (CNA) Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan hari Sabtu (28/2) mengimbau masyarakat untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke beberapa wilayah di Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan, dengan mencatat bahwa Iran masih berada di bawah peringatan perjalanan tingkat tertinggi, yaitu merah.
Taiwan juga telah mengeluarkan peringatan oranye, tingkat kedua tertinggi, untuk Israel, dan peringatan merah untuk wilayah di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon.
Kementerian mengatakan bahwa imbauan perjalanan akan disesuaikan sesuai dengan perkembangan terbaru.
Menurut Reuters, kerusuhan di Iran semakin meningkat setelah tindakan keras terhadap protes sipil, dan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melakukan aksi militer terkait aktivitas nuklir Teheran.
Dalam siaran pers, MOFA mengatakan empat warga negara Taiwan saat ini berada di Iran dan dalam keadaan aman, mengutip informasi Taiwan Trade Center di Teheran dan Kantor Dagang Taipei di Dubai. Kementerian menambahkan bahwa sekitar 260 warga Taiwan berada di Israel.
Kementerian mengatakan mereka telah menginstruksikan kantor-kantor luar negerinya untuk tetap berkomunikasi dengan warga Taiwan di daerah terdampak dan mengingatkan mereka agar tetap waspada.
Mengingat ketidakpastian geopolitik di kawasan tersebut, kementerian mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan perjalanan ke destinasi berisiko tinggi.
Warga negara Taiwan di Israel dapat menghubungi Kantor Perwakilan Taipei di Tel Aviv melalui saluran siaga darurat di +972-544-275-204. Mereka yang berada di Iran dapat menghubungi Kantor Dagang Taipei di Dubai di +971-50-6453018, atau saluran bebas pulsa 24 jam MOFA di Taipei di 0800-085-095.
Di bawah sistem peringatan perjalanan empat tingkat milik kementerian, imbauan diklasifikasikan sebagai abu-abu, kuning, oranye, dan merah, sesuai urutan peningkatan risiko.
Selesai/IF