GOH Taiwan ajak PMA gunakan AI pecahkan masalah kesehatan mental di perantauan

15/02/2026 11:03(Diperbaharui 15/02/2026 11:34)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber foto: GOH Taiwan)
(Sumber foto: GOH Taiwan)

Taipei, 15 Feb. (CNA) Organisasi nirlaba internasional Garden of Hope Foundation (GOH) merancang program "Star Care Ambassador" khusus bagi Pekerja Migran Asing (PMA) untuk meningkatkan kemampuan menjaga kesehatan mental diri serta mendukung sesama pekerja dan komunitas dalam menghadapi tantangan di perantauan, demikian disampaikan organisasi tersebut.

Kepada CNA dalam sebuah lokakarya bertajuk “Merawat Hati, Menjaga Diri” pada Minggu (8/2) di Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Direktur GOH-Migrants, Kaili Lee (李凱莉) menyampaikan bahwa Star Care Ambassador di luncurkan GOH dan DBS Foundation bergandengan tangan untuk "Rencana Dukungan Kesehatan Mental bagi Pekerja Migran Sektor Rumah Tangga”.

https://youtube.com/shorts/FZpjkCBsL58?si=oHCUa-Y7K40lzc7U

Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, dalam pembukaan lokakarya itu, mengingatkan para pekerja untuk tidak malu mencari pertolongan.

”Teman-teman sudah merawat ama atau akong seperti keluarga sendiri, namun perlu juga berhenti sejenak untuk merawat diri sendiri. Jangan malu mencari pertolongan”, ujarnya.

Dua narasumber utama, Okki Dhona Laksmita dan Nicholas Hendryson, memberikan pesan penguatan bagi para peserta termasuk memberikan penjelasan masalah mental itu muncul termasuk pengaruhnya pada fisik dan emosional serta bagaimana cara menggunakan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat yang bermanfaat.

https://youtube.com/shorts/JmhtS7wloJ4?si=q1NRICJAkfCY-1f8

Okki menyoroti bahwa banyak pekerja migran yang mengalami kegelisahan karena beban pikiran baik dari tempat kerja maupun dari tanah air. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan mental agar para pengasuh tetap berdaya selama bekerja di Taiwan.

(Sumber foto: GOH Taiwan)
(Sumber foto: GOH Taiwan)

Nicholas juga secara gamblang menjelaskan bagaimana AI sudah dipakai dengan luas di kalangan pekerja migran namun harus memperhatikan kebenaran dari informasi yang disediakan oleh tekonologi AI.

Sinaga peserta workshop kepada CNA menyampaikan kesan mendalam terhadap manfaat kegiatan ini. Ia mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu menyegarkan kembali pikiran di tengah beban kerja yang berat. 

https://youtube.com/shorts/xeiKW-ZZ-IQ?si=Oo9kOybtJSJp2Ui6

"Acara ini membantu kita untuk saling berbagi dan mengambil sisi positif untuk menjadi semangat ke depan. Jangan pernah merasa sendiri karena ada orang-orang di sekitar yang peduli," ungkap Sinaga memberikan semangat kepada rekan-rekan migran.

(Sumber foto: GOH Taiwan)
(Sumber foto: GOH Taiwan)

Program ini juga mengintegrasikan penggunaan AI untuk membantu PMI mengenali emosi mereka secara mandiri. Direktur GOH-Migrants, Kaili Lee, berharap dukungan psikologis ini dapat menjangkau 6.000 pengasuh dalam tiga tahun ke depan demi terciptanya lingkungan kerja yang sehat.
Dia juga mengundang pekerja migran dapat ikut serta dalam program Star Cara Ambassador, sehingga dapat membantu sesama pekerja migran.

"Ketika pengasuh lebih bahagia dan sehat, lansia yang dirawat juga akan mendapatkan perawatan terbaik," ungkapnya.

(Oleh Agoeng Soenarto)

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.