Kabinet Taiwan: Kesepakatan dagang dengan AS amankan tarif terbaik dan lindungi sektor lokal

13/02/2026 13:03(Diperbaharui 13/02/2026 13:03)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Konferensi pers Yuan Eksekutif di Washington, Kamis waktu setempat. (Sumber Foto : CNA, 12 Februari 2026)
Konferensi pers Yuan Eksekutif di Washington, Kamis waktu setempat. (Sumber Foto : CNA, 12 Februari 2026)

Taipei, 13 Feb. (CNA) Taiwan telah memperoleh perlakuan tarif impor yang sangat menguntungkan sekaligus melindungi industri domestik utama di bawah perjanjian perdagangan timbal balik yang baru saja ditandatangani dengan Amerika Serikat (AS), kata Yuan Eksekutif (Kabinet) pada Kamis (12/2) waktu Washington.

Perjanjian ini memenuhi hampir semua tujuan Taiwan yang telah ditetapkan dalam proses negosiasi, yang berlangsung selama sepuluh bulan, kata Kabinet dalam sebuah pernyataan, sambil mendesak Yuan Legislatif (Parlemen) untuk segera menyetujui pakta perdagangan dan nota kesepahaman (MoU) investasi bilateral.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Washington setelah upacara penandatanganan, Wakil Perdana Menteri Cheng Li-chiun (鄭麗君), yang memimpin tim negosiasi Taiwan, mengatakan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Taiwan merupakan tonggak sejarah bagi kerja sama bilateral di bidang perdagangan, investasi, dan teknologi.

Menurut Kabinet, kesepakatan ini memastikan bahwa Taiwan akan mempertahankan posisi kompetitif di antara ekonomi utama seperti Jepang, Korea Selatan, dan Uni Eropa.

Di bawah Perjanjian Perdagangan Timbal Balik AS-Taiwan, tarif atas impor Taiwan ke AS akan dipertahankan sebesar 15 persen. Produk semikonduktor dan produk terkait akan menerima perlakuan paling menguntungkan yang tersedia di bawah Bagian 232 Undang-Undang Ekspansi Perdagangan AS.

Selain itu, 2.072 produk -- yang mencakup hampir 20 persen dari total ekspor Taiwan ke AS -- akan dibebaskan dari tarif timbal balik dan hanya akan dikenakan tarif Negara Paling Disukai (MFN).

Akibatnya, rata-rata tarif AS atas barang Taiwan akan turun menjadi 12,33 persen, jauh lebih rendah dibandingkan 35,78 persen yang berlaku saat negosiasi perdagangan dimulai pada April 2025, dan 23,78 persen yang tercatat pada Agustus 2025.

Di bawah pengecualian ini, 42 persen nilai ekspor pertanian Taiwan dan 36 persen nilai ekspor industrinya kini akan terhindar dari tarif timbal balik, kata Kabinet. Beberapa item utama adalah teh, anggrek, tepung tapioka, dan peralatan telekomunikasi, tambahnya.

Sementara negosiator Amerika menginginkan akses pasar yang lebih luas, Taiwan berhasil mempertahankan tarif yang ada pada 27 produk pertanian AS, seperti beras dan ayam, sehingga mengurangi potensi dampak terhadap petani lokal, kata Kabinet.

Sementara itu, Taiwan akan memangkas tarif hingga setengahnya pada 15 produk daging babi AS selama tiga tahun, sementara daging sapi giling dan jeroan AS juga akan mendapatkan akses ke pasar Taiwan. Keputusan tersebut didasarkan pada penilaian ilmiah dan jaminan bahwa pengendalian keamanan pangan akan tetap diberlakukan, menurut Kabinet.

Perjanjian perdagangan ini juga mencakup barang industri, menghapus semua tarif atas mobil buatan AS yang diimpor ke Taiwan namun mempertahankan tarif yang berlaku untuk truk.

Cheng mengatakan bahwa meskipun produsen mobil domestik mungkin menghadapi persaingan yang meningkat, pemerintah Taiwan telah mengembangkan rencana untuk memperkuat industri otomotif dalam negeri.

Selain tarif, pakta perdagangan ini mengikat kedua belah pihak untuk meningkatkan transparansi, memperbaiki iklim usaha, dan memperkuat kerja sama pada rantai pasok yang aman dan tepercaya.

Taiwan juga berjanji untuk memperluas investasi semikonduktornya di AS dan membantu membangun infrastruktur manufaktur cip "Model Taiwan", yang dicirikan oleh spesialisasi, pengelompokan, dan efisiensi tinggi.

Sebagai imbalannya, Taiwan mengharapkan peningkatan investasi Amerika di industri strategis, termasuk kecerdasan buatan dan teknologi pertahanan.

Pakta perdagangan ini, yang dibangun di atas kesepakatan yang dicapai pada pertengahan Januari, ditandatangani hari Kamis waktu setempat oleh perwakilan Taiwan untuk AS, Alexander Yui (俞大㵢), dan Ingrid Larson, direktur pelaksana Kantor Washington Institut Amerika di Taiwan (AIT).

Perjanjian ini sekarang akan dikirim ke Parlemen untuk ditinjau dan disetujui, yang merupakan bagian penting dari proses tersebut, mengingat Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menaikkan tarif timbal balik pada Korea Selatan setelah parlemen negara itu gagal segera meratifikasi pakta serupa.

Cheng mengatakan para negosiator Amerika sempat mengusulkan agar perjanjian ini bersyarat pada persetujuan Parlemen di Taiwan, tetapi timnya berhasil menolak gagasan tersebut.

"Kami mendorong para legislator kami, bagaimanapun, untuk meninjau dan mengesahkan perjanjian ini secepat mungkin agar tarif baru dapat segera berlaku," katanya.

Sementara itu, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) mengatakan, "Perjanjian Perdagangan Timbal Balik ini merupakan bukti pentingnya hubungan AS-Taiwan dan mencerminkan ambisi kedua pihak untuk meningkatkan investasi bilateral dan peluang komersial, memperdalam kemitraan strategis berteknologi tinggi, memastikan ketahanan rantai pasok, serta bersama-sama mendorong stabilitas dan kemakmuran."

(Oleh Chris Wang, Christie Chen, dan Jason Cahyadi)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.