Kaohsiung, 12 Feb. (CNA) Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan resmi mengoperasikan Pusat Layanan Perekrutan Langsung (DHSC) Wilayah Kaohsiung-Pingtung-Penghu-Taitung yang menyediakan layanan penerjemahan multibahasa guna mendukung tren perekrutan adil internasional dan kebijakan pekerja migran “tanpa biaya perekrutan”.
Direktorat Jenderal Pengembangan Tenaga Kerja (WDA) MOL dalam sebuah rilis pers hari Rabu (11/2) mengatakan bahwa DHSC yang berlokasi di dekat Stasiun Houyi MRT Kaohsiung resmi mulai beroperasi.
Bersamaan dengan itu, pemerintah juga meluncurkan sistem “layanan perekrutan langsung dua lokasi”, dengan membuka loket konsultasi dan layanan perekrutan langsung di Kantor Layanan Ketenagakerjaan Gangshan, Kaohsiung Utara, guna memudahkan para pemberi kerja di wilayah sekitar.
WDA menjelaskan bahwa pusat ini menyediakan layanan satu pintu yang mencakup konsultasi awal, pengisian formulir, pemeriksaan awal dokumen, layanan penerjemahan, serta pendaftaran dan pengajuan melalui sistem daring, yang seluruh prosesnya didampingi oleh petugas profesional.
Selain itu, menurut WDA, pusat layanan ini juga menyediakan mekanisme “pengingat aktif” dan sistem pendampingan “satu kasus sampai tuntas”, untuk membantu pemberi kerja dalam pengelolaan pekerja migran sejak kedatangan di Taiwan hingga tahap lanjutan pengelolaan hubungan kerja.
Layanan penerjemahan juga disediakan dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa Inggris, Vietnam, dan Indonesia, sehingga baik pemberi kerja maupun pekerja migran dapat memperoleh bantuan dalam lingkungan bahasa yang mereka pahami.
Ke depan, WDA menyatakan akan mengerahkan tim layanan profesional untuk secara aktif menjalin kerja sama dengan pusat layanan perawatan jangka panjang berbasis komunitas dalam mempromosikan sumber daya perekrutan langsung.
Pemerintah juga akan bekerja sama dengan asosiasi industri dan organisasi ketenagakerjaan melalui program pendampingan lapangan dan kunjungan aktif, guna mensosialisasikan manfaat sistem perekrutan langsung kepada dunia usaha, khususnya dalam menekan biaya perekrutan tenaga kerja, ujarnya.
(Oleh Wu Hsin-yun dan Agoeng Sunarto)
Selesai/ja