Menaker sebut TaiDoc tindas hak berserikat pasca pecat pekerja migran

12/02/2026 14:44(Diperbaharui 12/02/2026 14:54)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Aksi Taidoc Technology Labor Union di depan Kementerian Ketenagakerjaan hari Senin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)
Aksi Taidoc Technology Labor Union di depan Kementerian Ketenagakerjaan hari Senin. (Sumber Foto : Dokumentasi CNA)

Taipei, 12 Feb. (CNA) Menteri Ketenagakerjaan Hung Shen-han (洪申翰) hari Rabu (11/2) mengatakan tindakan TaiDoc Technology Corp. yang memecat seluruh pengurus serikat, semuanya pekerja migran Filipina, merupakan penindasan serius terhadap hak berserikat, dan pihaknya tidak terima.

Taidoc Technology Labor Union (TTLU) tahun lalu mendatangi Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) untuk memprotes perusahaan proudusen alat medis tersebut karena mengelola pekerja migran dengan cara yang dinilai melanggar hak hingga berusaha menindas serikat.

Sementara perselisihan sedang diproses oleh MOL, TTLU hari Senin kembali menggelar protes karena TaiDoc mengeluarkan ketua serikat. Setelahnya, serikat melalui unggahan Facebook menyatakan perusahaan hari Selasa memecat seluruh pengurus serikat, dengan alasan "menyebarkan informasi pemogokan ilegal" dan "menimbulkan opini publik yang merugikan perusahaan".

Baca juga: Serikat pekerja TaiDoc protes upaya intervensi oleh perusahaan

Menanggapi hal tersebut, Hung dalam wawancara media hari Rabu menyatakan baik pekerja lokal maupun migran memiliki hak untuk membentuk serikat berdasarkan Undang-Undang Serikat Pekerja.

Oleh karena itu, ujarnya, terhadap tindakan seperti yang dilakukan TaiDoc, "Saya rasa kami tidak akan menerimanya." Ia mengatakan jika perlu, perusahaan akan disanksi dan ditindak sesuai peraturan, jika perlu.

Hung menegaskan bahwa pemecatan tersebut sudah merupakan penindasan serius terhadap hak berserikat pekerja, dan baik pekerja lokal maupun migran, "Kami tidak akan menoleransinya."

MOL kemudian mengeluarkan rilis pers yang menyatakan permohonan penetapan atas dugaan praktik ketenagakerjaan tidak adil yang diajukan TTLU sedang ditangani secara penuh dan secepat mungkin.

Jika pemberi kerja diputuskan memang melanggar Undang-Undang Serikat Pekerja dan melakukan penekanan terhadap serikat dengan itikad buruk, mereka sesuai hukum dapat didenda antara NT$100.000 (Rp53,567 juta) hingga NT$500.000, kata MOL.

Jika pelanggaran tergolong berat, TaiDoc akan dijatuhi denda maksimum serta diumumkan secara terbuka nama perusahaan dan penanggung jawabnya, kata kementerian.

MOL juga menyatakan bahwa selama proses pemeriksaan kasus yang kini sedang berlangsung, TaiDoc tidak boleh melakukan tindakan balasan atau aksi yang merugikan pekerja, khususnya pemecatan.

Kementerian kemudian meminta TaiDoc menghormati hukum dan tidak menantang tekad pihaknya dalam melindungi hak pekerja.

Terkait hal ini, kata MOL pada Rabu, pihaknya akan segera mengirimkan surat kepada pemerintah daerah untuk mereka melakukan pemeriksaan, dan jika pelanggaran terbukti, TaiDoc dapat didenda antara NT$200.000 hingga NT$600.000.

Lebih lanjut, kata MOL, apabila perusahaan mengakhiri kontrak kerja di lokasi kerja yang telah ditetapkan akibat perselisihan hubungan industrial yang telah dipastikan pemerintah daerah, kementerian dapat menolak penerbitan izin perekrutan baru mereka.

Demi melindungi hak pekerja, setiap permohonan perekrutan oleh TaiDoc di masa mendatang akan diberi penandaan khusus dan diperiksa secara ketat, kata kementerian.

MOL menambahkan bahwa pada akhir Desember tahun lalu, Pemerintah Kota Taoyuan telah mendenda TaiDoc sebesar NT$300.000 dan mengumumkan nama pemberi kerja tersebut secara daring karena peraturan kerjanya mengandung unsur diskriminasi terhadap kehamilan.

TaiDoc menyatakan mereka tidak akan menanggapi pernyataan menteri tersebut.

Menanggapi ini, TTLU melalui unggahan Facebook pada Rabu mengatakan meskipun MOL telah mulai mengambil tindakan, selain ketua serikat, enam pengurus lainnya yang telah dipecat tetap dipanggil untuk ditanyai langsung oleh Ketua TaiDoc Chen Chao-wang (陳朝旺) pada Rabu sore.

Chen menjanjikan pemulihan posisi keenam pengurus tersebut, tetapi mensyaratkan agar mereka harus keluar dari serikat, yang langsung mereka tolak, kata serikat.

Oleh karena itu, kata TTLU, pihaknya akan menggelar aksi doa bersama di depan MOL pada Senin, sehari sebelum Tahun Baru Imlek, "Untuk mendoakan agar kementerian segera pulih, keluar dari ruang perawatan intensif, dan berani tampil membela hak-hak buruh."

"Kami akan dengan sungguh-sungguh menyatakan bahwa Serikat Pekerja TaiDoc akan secara sah menggunakan hak kami untuk mogok dan secara resmi meluncurkan pemogokan tanpa batas waktu," tambah serikat melalui sebuah unggahan lainnya, Kamis.

(Oleh Elly Wu, Ho Hsiu-ling, dan Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.