Taipei, 12 Feb. (CNA) Kematian dan cedera pada anak-anak di bawah usia 14 tahun di Taiwan meningkat 33 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, dengan insiden keselamatan lalu lintas kembali menjadi penyumbang terbesar, kata Jing Chuan Child Safety Foundation.
Yayasan tersebut pada hari Senin (9/2) mengatakan angka-angka tersebut didasarkan pada analisis statistik dari 265 kasus kecelakaan anak yang dilaporkan di media selama tahun tersebut, tidak termasuk insiden yang melibatkan kekerasan terhadap anak, pelecehan seksual, dan kategori keselamatan pribadi lainnya.
Menurut analisis tersebut, insiden-insiden itu mengakibatkan 47 anak meninggal dan 354 luka-luka, dengan keselamatan lalu lintas tetap menjadi kategori paling serius dengan 164 kematian dan cedera.
Yayasan yang berbasis di Taipei itu mengatakan pola risiko di lingkungan bermain anak juga telah berubah, bergeser dalam beberapa tahun terakhir dari peralatan bermain tetap di taman umum ke peralatan bermain tiup yang umum ditemukan di kegiatan keluarga dan pasar liburan.
Yayasan tersebut mengatakan 18 anak tewas atau terluka dalam kecelakaan yang berkaitan dengan permainan dan mainan pada tahun 2025, termasuk lima kasus yang melibatkan peralatan bermain tiup.
Direktur Eksekutif Yayasan, Hsu Ya-jen (許雅荏), mengutip data kecelakaan lalu lintas dari Badan Kepolisian Nasional yang menunjukkan bahwa dari tahun 2022 hingga Oktober 2025, sekitar 347 anak usia 0 hingga 14 tahun tewas atau terluka di dalam mobil penumpang karena tidak menggunakan perlengkapan keselamatan.
Hsu mengatakan penggunaan kursi keselamatan anak yang tepat dapat mengurangi dampak pada leher sekitar 73 persen dan menurunkan risiko kematian dalam kecelakaan sekitar 71 persen.
Tempat duduk menghadap ke belakang dapat lebih meningkatkan keselamatan sekitar 75 persen, katanya.
Hsu mengatakan yayasan telah berulang kali mendesak pemerintah untuk menangani "masalah manajemen" yang melibatkan fasilitas bermain sementara dan meninjau peraturan serta mekanisme manajemen yang relevan.
Namun, katanya, sejauh ini belum ada perbaikan yang jelas, dengan perlindungan institusional yang masih belum memadai.
Hsu mengatakan tempat-tempat seperti itu sering kali melibatkan pemasangan peralatan yang tidak memadai, pengendalian kerumunan yang buruk, atau kurangnya staf manajemen di lokasi, sehingga menciptakan potensi risiko keselamatan bagi anak-anak.
Ia juga mengingatkan para orang tua bahwa selama periode libur Tahun Baru Imlek yang akan datang, mereka harus selalu mendampingi anak-anak mereka saat menggunakan fasilitas bermain.
Mereka juga harus memeriksa apakah lokasi menampilkan informasi persetujuan dan pemberitahuan keselamatan yang jelas, serta apakah langkah-langkah keselamatan dasar telah diterapkan dengan benar, tambahnya.
Selesai/ML