Helsinki, 29 Jan. (CNA) Pendiri waralaba minuman asal Taiwan, seorang Swiss-Taiwan, Eva Wei (魏伊娃), telah menanamkan akar boba (bubble tea) Taiwan di Finlandia.
Ibu Wei berasal dari Taiwan dan ayahnya dari Swiss. Ia pindah bersama keluarganya ke Finlandia pada tahun 2002. Saat itu, kafe-kafe di negara tersebut menawarkan pilihan yang terbatas dan tidak ada bubble tea Taiwan.
"Saya benar-benar ingin minum bubble milk tea," kata Wei kepada CNA dalam sebuah wawancara baru-baru ini.
Melihat adanya celah pasar, ia membuka toko boba pertamanya di pusat kota Helsinki pada tahun 2012, tahun di mana ia berusia 21 tahun.
Namun, menjalankan bisnis tersebut tidaklah mudah.
Tanpa pengalaman sebelumnya, ia tidak memiliki siapa pun untuk dimintai saran dan harus mengandalkan departemen pemerintah untuk mendapatkan panduan mengenai masalah hukum dan operasional. Ia juga merasa kesulitan meyakinkan konsumen Finlandia untuk mencoba boba tea.
Usaha tersebut tutup pada tahun 2015, namun visi Wei terbukti benar. Beberapa tahun kemudian, bubble tea menjadi tren di seluruh Eropa dan secara bertahap diterima di Finlandia.
Pada tahun 2020, Wei mendirikan merek boba miliknya sendiri, yang dengan cepat berkembang menjadi tujuh cabang di seluruh Finlandia dalam waktu satu tahun.
Menu andalannya meliputi teh susu gula merah yang klasik dan es teh tanpa susu.
Meskipun iklim Finlandia yang dingin, minuman dingin tetap sangat diminati, menawarkan sensasi eksotis bagi konsumen, kata Wei. Merek tersebut juga menyajikan berbagai penganan Taiwan lainnya seperti es salju, kue roda, dan cincau.
Pada tahun 2023, Wei meluncurkan usaha keduanya, sebuah merek spesialis teh hijau bubuk khas Jepang atau matcha.
Ketertarikannya pada matcha dimulai saat menjalankan cabang boba, dan meskipun toko spesialis matcha bermunculan di seluruh Eropa, belum ada satu pun di Finlandia. "Jadi kenapa tidak buka di sini?" ujarnya.
Ia pergi ke Jepang untuk belajar produksi matcha dari daun hingga menjadi minuman. Saat ini, seluruh matcha yang digunakannya diimpor langsung dari Jepang.
Matcha adalah pilihan yang lebih sehat di antara minuman teh dengan kandungan kafein sedang, sehingga Wei berpikir orang Finlandia mungkin akan menikmati minum matcha, seperti mereka menikmati kopi.
Ia memiliki cabang matcha di Finlandia, Republik Ceko, dan Spanyol, dengan matcha latte tanpa gula menjadi produk terlaris.
Toko matcha milik Wei sering mengadakan acara pop-up bersama bisnis dari industri lain, terkadang menarik kerumunan hingga meluber ke jalan di sekitarnya.
Ia berharap dapat menarik kelompok pelanggan yang beragam sekaligus memberi kesempatan bagi para pendiri bisnis niche untuk memamerkan produk mereka.
Filosofi kewirausahaan Wei berakar pada kemampuan mengidentifikasi peluang yang belum tergarap. "Hidup hanya sekali," katanya. "Lakukan saja jika kamu menginginkannya."
Selesai/IF