Taipei, 21 Jan. (CNA) Latihan simulasi serangan acak akan digelar di Taipei Main Station (TMS) pada Kamis (22/1) pukul 14.00 hingga 15.00 waktu setempat, dengan telepon seluler dalam radius satu kilometer dari lokasi menerima pesan peringatan selama pelaksanaan kegiatan tersebut.
Pemerintah Kota Taipei pada Rabu (21/1) mengimbau para pengguna transportasi umum untuk mengalokasikan waktu perjalanan tambahan saat melintasi stasiun tersebut, mengingat kemungkinan diberlakukannya pengendalian akses dan pengaturan lalu lintas selama latihan berlangsung.
Latihan lapangan ini akan dilaksanakan bersama Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) dan bertujuan menguji koordinasi antara operator transportasi, pelaku usaha ritel, serta layanan darurat, melalui kondisi simulasi yang realistis dan berbasis skenario.
Latihan ini dilaksanakan menyusul sejumlah serangan penusukan secara acak yang terjadi di Stasiun MRT TMS dan di sekitar Stasiun MRT Zhongshan pada 19 Desember tahun lalu, yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia, termasuk terduga pelaku.
Pesan-pesan tersebut, yang akan dengan jelas mengidentifikasi pemerintah Kota Taipei sebagai pengirim, akan memberitahu penerima dalam bahasa Mandarin dan Inggris bahwa ini adalah "latihan" dan menyarankan mereka untuk tetap tenang, mencari perlindungan terdekat, serta menghindari menonton atau berkerumun.
Wali Kota Taipei Chiang Wan-an (蔣萬安) mengatakan bahwa latihan keamanan gabungan lebih lanjut direncanakan sebelum Tahun Baru Imlek, termasuk skenario lintas kota dengan beberapa penyerang.
TMS adalah satu-satunya pusat di Taiwan yang mengintegrasikan lima sistem kereta api dan melayani sekitar 600.000 hingga 800.000 penumpang setiap hari.
Selesai/IF