Taipei, 20 Jan. (CNA) Tokoh media dan politisi Jaw Shau-kong (趙少康) telah dijatuhi hukuman percobaan atas tuduhan terkait tindakannya memperlihatkan surat suara yang telah ditandai selama pemungutan suara pemakzulan pada Juli lalu.
Dalam putusan yang dikeluarkan Selasa (20/1) pagi, Pengadilan Distrik Taipei menjatuhkan hukuman penjara 55 hari kepada Jaw, yang dapat diganti dengan denda dan ditangguhkan selama dua tahun, karena melanggar Undang-Undang Pemilihan dan Recall Pejabat Publik.
Jaw juga harus membayar denda sebesar NT$50.000 (Rp26,8 juta) berdasarkan putusan tersebut, yang dapat diajukan banding.
Pengadilan belum merilis putusan lengkap yang menjelaskan bagaimana mereka menentukan kesalahan Jaw dan memutuskan hukuman.
Jaw, mantan legislator dan menteri pemerintahan dari Partai Kuomintang (KMT), didakwa oleh jaksa Taipei pada November karena memperlihatkan surat suara yang telah ditandai kepada anggota media di tempat pemungutan suara di Distrik Daan, Taipei.
Ia memberikan suara dalam salah satu dari beberapa pemungutan suara pada 26 Juli 2025, yang bertujuan untuk memberhentikan beberapa legislator KMT dan satu wali kota. Tidak ada satu pun inisiatif recall yang berhasil.
Dalam dakwaan, jaksa mengatakan Jaw telah diperingatkan oleh petugas pemilu untuk tidak memperlihatkan surat suara yang telah ditandai, namun ia tetap melakukannya sebentar agar dapat difoto oleh media, sebelum memasukkannya ke dalam kotak suara.
Memperlihatkan surat suara yang telah ditandai secara terbuka merupakan pelanggaran terhadap undang-undang pemilu Taiwan dan dapat dikenai hukuman maksimal dua tahun penjara atau denda hingga NT$200.000, kata jaksa, mengacu pada Pasal 88 dan 105 Undang-Undang Pemilihan dan Recall Pejabat Publik.
Tindakan Jaw di tempat pemungutan suara dilaporkan ke polisi, dan pada 23 September, ia dipanggil untuk dimintai keterangan.
Ia kemudian meminta maaf dan mengatakan kepada wartawan bahwa ia memperlihatkan surat suaranya hanya untuk menunjukkan bahwa ia telah memberikan suara, bukan untuk memperlihatkan pilihannya. Ia mengatakan kasus ini adalah kerepotan yang tidak perlu dan pemborosan sumber daya peradilan.
Jaw, mantan ketua Taiwan Broadcasting Corporation of China, pernah menjabat sebagai legislator KMT dan menteri lingkungan hidup dari akhir 1980-an hingga awal 1990-an.
Selama bertahun-tahun, ia tetap menjadi sosok yang menonjol di media dan politik Taiwan, dan ia gagal dalam pencalonannya sebagai wakil presiden dari KMT pada tahun 2024.
Selesai/ML