Taipei, 20 Jan. (CNA) Pemerintah Taiwan belum menerima undangan untuk berpartisipasi dalam upacara pelantikan presiden terpilih Honduras, Nasry Asfura, meskipun menurut laporan, Presiden Lai Ching-te (賴清德) telah menyatakan keinginannya untuk hadir.
Asfura berjanji selama kampanye presiden untuk memulihkan hubungan dengan Taipei setelah menjabat, sehingga menimbulkan harapan bahwa Taiwan mungkin akan hadir dalam pelantikannya yang dijadwalkan pada 27 Januari.
Namun, Lu Chao-jui (盧朝睿), wakil kepala Departemen Urusan Amerika Latin dan Karibia Kementerian Luar Negeri (MOFA), mengatakan pada Selasa (20/1) bahwa Taiwan belum menerima undangan dan hal itu karena Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Honduras.
Namun, Lu tidak mengatakan apakah Taiwan telah meminta undangan kepada pemerintahan Asfura yang akan datang.
Pejabat MOFA tersebut menyampaikan pernyataan itu ketika diminta berkomentar apakah kementerian telah melakukan pembicaraan dengan kubu Asfura tentang pemulihan hubungan bilateral dan kemungkinan berpartisipasi dalam pelantikannya akhir bulan ini.
Sebuah laporan Wall Street Journal pada 13 Januari mengutip sumber anonim yang mengatakan bahwa Lai telah menyatakan keinginannya untuk menghadiri pelantikan Asfura.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Lai sedang mempertimbangkan perjalanan ke Honduras, dengan Beijing dilaporkan mengamati apakah Amerika Serikat akan mengizinkannya transit.
Kantor Kepresidenan kemudian menanggapi dengan menyebut laporan itu sebagai "murni spekulasi," seraya menambahkan bahwa setiap perjalanan resmi ke luar negeri oleh pemimpin Taiwan akan diumumkan secara terbuka pada waktu yang tepat.
Dewan Pemilihan Nasional Honduras menyatakan Asfura sebagai pemenang pada 24 Desember dalam upaya keduanya untuk menjadi presiden.
Menurut data akhir dewan tersebut, Asfura memperoleh 40,3 persen suara dalam persaingan ketat melawan Salvador Nasralla dari Partai Liberal berhaluan tengah-kanan, yang meraih 39,5 persen.
Rixi Moncada dari partai penguasa Libre menempati posisi ketiga dengan selisih yang cukup jauh.
Selama kampanye, baik Asfura maupun Nasralla berjanji untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Taiwan. Hubungan tersebut diputus pada tahun 2023 oleh Presiden Xiomara Castro yang sedang menjabat demi mendukung Republik Rakyat Tiongkok, mengakhiri aliansi selama 82 tahun.
Sementara itu, pada Selasa, Lu kembali menegaskan sikap pemerintah terkait kemungkinan pemulihan hubungan dengan Honduras.
MOFA mempertahankan "sikap terbuka" dan "tidak akan menetapkan prasyarat" untuk menjalin pertukaran persahabatan dengan Honduras, ujarnya.
"Kami memanfaatkan setiap kesempatan pertukaran dengan serius selama hal itu dapat memperluas status internasional Taiwan dan dapat membantu Taiwan berkontribusi lebih baik kepada komunitas internasional," kata Lu dalam jumpa pers rutin MOFA.
Selesai/IF