Taipei, 14 Jan. (CNA) Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan pada Selasa (13/1) mengatakan bahwa kasus influenza sedang meningkat dan memperingatkan bahwa negara ini kemungkinan akan memasuki fase epidemi dalam dua pekan.
Puncak infeksi diperkirakan akan bertepatan dengan libur Tahun Baru Imlek, namun tetap lebih rendah dibandingkan puncak tahun lalu, menurut CDC.
Dari 4-10 Januari, 91.842 orang mencari pengobatan untuk gejala mirip influenza, meningkat 9,6 persen dari pekan sebelumnya, kata Direktur Pusat Intelijen Epidemi CDC, Kuo Hung-wei (郭宏偉) dalam konferensi pers rutin.
Ia menambahkan bahwa 23 kasus baru komplikasi berat akibat influenza dan tiga kematian tercatat dari 6-12 Januari.
Hal ini membuat total kasus dengan komplikasi berat menjadi 441 dan kematian menjadi 86 sejak awal musim influenza pada Oktober 2025, ujarnya.
Menurut CDC, sekitar 6,65 juta vaksin flu yang didanai pemerintah telah diberikan hingga 12 Januari, dengan sekitar 179.000 dosis tersisa.
Untuk COVID-19, infeksi berfluktuasi pada tingkat rendah, dengan 1.081 kasus dirawat di institusi medis pada pekan pertama tahun ini, meningkat 23,8 persen dari pekan sebelumnya, kata CDC.
Namun, kasus telah meningkat di negara dan wilayah tetangga termasuk Tiongkok, Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan, kata CDC, mendesak individu berisiko tinggi untuk segera mendapatkan suntikan vaksin.
Total 1,598 juta suntikan vaksin COVID-19 telah diberikan hingga 12 Januari, kata CDC.
Selesai/IF