Lai berterima kasih kepada Kanada atas dukungannya terhadap perdamaian di Selat Taiwan

14/01/2026 15:52(Diperbaharui 14/01/2026 15:52)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Presiden Lai Ching-te (tengah, depan) menyambut delegasi anggota parlemen Kanada pada Selasa. (Sumber Foto : CNA, 13 Januari 2026)
Presiden Lai Ching-te (tengah, depan) menyambut delegasi anggota parlemen Kanada pada Selasa. (Sumber Foto : CNA, 13 Januari 2026)

Taipei, 14 Jan. (CNA) Presiden Lai Ching-te (賴清德) pada Selasa (13/1) mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kanada atas pernyataannya yang menentang latihan militer terbaru Tiongkok di sekitar Taiwan.

Lai menyampaikan hal tersebut saat menerima anggota parlemen oposisi Partai Konservatif Kanada Shelby Kramp-Neuman, Adam Chambers, dan Melissa Lantsman, yang juga merupakan wakil ketua partai tersebut.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kanada karena telah mengeluarkan pernyataan publik yang menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan yang dilakukan Tiongkok melalui latihan militer berskala besar baru-baru ini, serta menegaskan penolakannya terhadap perubahan sepihak status quo di Selat Taiwan," kata Lai.

Presiden merujuk pada pernyataan yang dikeluarkan Kanada pada 2 Januari, beberapa hari setelah Tiongkok mengakhiri latihan militernya di wilayah udara dan perairan sekitar Taiwan.

Lai menekankan bahwa Taiwan mengambil langkah-langkah konkret untuk menunjukkan kepada komunitas internasional komitmennya terhadap pertahanan diri, termasuk menaikkan anggaran pertahanan menjadi lebih dari 3 persen dari produk domestik bruto negara dan menetapkan target tahun 2030 untuk meningkatkannya lagi menjadi 5 persen.

Ia juga berterima kasih kepada Kanada atas dukungan jangka panjangnya terhadap Taiwan, dengan mencatat bahwa banyak anggota parlemen Kanada berpartisipasi dalam penyusunan laporan tahun 2023 tentang hubungan Taiwan-Kanada yang diterbitkan oleh Komite Khusus DPR Kanada untuk Hubungan Kanada-Republik Rakyat Tiongkok, yang mencakup 18 rekomendasi untuk mendukung partisipasi internasional Taiwan.

Lai juga menyoroti perjanjian promosi dan perlindungan investasi asing, serta perjanjian sains, teknologi, dan inovasi, yang masing-masing ditandatangani pada tahun 2023 dan 2024, yang menurutnya menunjukkan pertumbuhan pertukaran ekonomi dan teknologi bilateral.

Ia menyerukan agar upaya untuk merampungkan kerangka kerja sama ekonomi Taiwan-Kanada dapat dipercepat guna semakin memperluas pertukaran ekonomi bilateral.

Lantsman memuji Taiwan karena terus memberikan kontribusi bermakna bagi komunitas internasional meskipun terus mengalami pengecualian dan isolasi, menurut siaran pers yang dikeluarkan oleh Kantor Kepresidenan.

Selama bertahun-tahun, banyak anggota parlemen lintas partai telah menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya ancaman yang dihadapi baik oleh Taiwan maupun Kanada, termasuk represi transnasional, pemaksaan ekonomi, dan kampanye disinformasi yang disponsori negara, katanya.

Lantsman mencatat bahwa Taiwan menghadapi tekanan otoriter yang semakin meningkat di panggung internasional dan bahwa Kanada menentang normalisasi intimidasi, pemaksaan militer, dan penggunaan kekuatan untuk mengubah norma internasional.

Keterlibatan dengan masyarakat sipil Taiwan akan sangat penting dalam mengungkap dan mencegah ancaman-ancaman ini, dan diplomasi parlemen akan memainkan peran kunci dalam upaya bersama tersebut, ujarnya.

Pertemuan tersebut terjadi setelah Kementerian Luar Negeri Taiwan sebelumnya pada yang sama mengatakan bahwa dua anggota delegasi Liberal, Helena Jaczek dan Marie-France Lalonde, mengeluarkan pernyataan bersama pada Senin, yang menyatakan bahwa mereka akan mempersingkat kunjungan mereka ke Taiwan, mengikuti saran dari pemerintah.

Keberangkatan mereka terjadi sesaat sebelum kunjungan Perdana Menteri Kanada Mark Carney ke Tiongkok pada 13-17 Januari, kunjungan pertama oleh Perdana Menteri Kanada dalam 8 tahun, di mana ia dijadwalkan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping (習近平).

"Adalah penting untuk menghindari kebingungan dengan kebijakan luar negeri Kanada, mengingat adanya tumpang tindih dengan kunjungan Perdana Menteri ke Beijing, yang baru dikonfirmasi minggu lalu," menurut pernyataan yang diperoleh Reuters.

(Oleh Sean Lin dan Jennifer Aurelia)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/IF

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.