Taipei, 15 Jan. (CNA) Direktorat Jenderal Promosi Kesehatan (HPA) Taiwan akan mengeluarkan pedoman diet harian terbaru pada kuartal kedua tahun ini, yang merupakan pembaruan pertama sejak 2018, menurut Menteri Kesehatan Shih Chung-liang (石崇良).
Draf pedoman baru tersebut telah selesai pada akhir tahun lalu, namun karena perlu meninjau rekomendasi diet terbaru dari Amerika Serikat, serta adanya libur Tahun Baru Imlek, pedoman tersebut kemungkinan akan dirilis pada kuartal kedua, kata Shih dalam sebuah acara promosi pada Jumat (9/1).
Pedoman diet baru Amerika Serikat, yang disusun dalam bentuk piramida terbalik, menyerukan kepada masyarakat Amerika untuk mengonsumsi lebih banyak protein dan makanan utuh, serta mengurangi asupan makanan olahan tinggi dan gula tambahan.
Asosiasi ahli gizi yang berbasis di Taiwan mengatakan kepada CNA bahwa mereka setuju dengan beberapa perubahan dalam dokumen AS tersebut, namun mempertanyakan rekomendasi terkait daging merah dan produk susu penuh lemak, dengan alasan kandungan lemak jenuh yang tinggi dan hubungan konsumsi daging merah berlebihan dengan peningkatan risiko kanker kolorektal.
Terkait perubahan yang dapat diharapkan dalam pedoman terbaru Taiwan, Shih mengatakan bahwa telur akan lebih dipromosikan dibandingkan sebelumnya, mengingat semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa telur merupakan sumber nutrisi yang sangat baik.
Selain itu, meskipun pedoman sebelumnya hanya merekomendasikan susu skim atau rendah lemak, pedoman terbaru mengakui bahwa susu penuh lemak mengandung nutrisi penting, selama dikonsumsi secara moderat sebagai bagian dari pola makan seimbang, kata Shih.
Apa isi pedoman diet harian Taiwan saat ini?
Pedoman diet Taiwan tahun 2018 mendefinisikan enam kelompok makanan utama, dan memberikan rekomendasi nutrisi yang bervariasi berdasarkan jenis kelamin, usia, tinggi badan, dan berat badan seseorang.
Secara umum, pedoman ini menganjurkan orang dewasa untuk mengonsumsi satu setengah hingga empat mangkuk biji-bijian utuh atau sayuran bertepung, tiga hingga lima porsi sayuran, dan dua hingga empat porsi buah per hari.
Pedoman ini juga merekomendasikan konsumsi 1,5-2 cangkir susu 240 mililiter (atau produk susu lainnya), 3-8 porsi makanan berprotein, dan satu porsi kacang-kacangan atau biji-bijian.
Terkait makanan berprotein, HPA merekomendasikan untuk memprioritaskan kacang-kacangan, ikan, telur, dan daging secara berurutan, guna membatasi asupan lemak jenuh.
HPA menggambarkan pedoman ini menggunakan konsep "MyPlate", yang menyarankan untuk makan porsi buah seukuran kepalan tangan, porsi sayuran dan makanan bertepung yang sedikit lebih besar, porsi protein seukuran telapak tangan, dan satu sendok teh kacang-kacangan atau biji-bijian di setiap waktu makan, serta dua gelas susu per hari.
Selesai/IF