NSB: Tiongkok gunakan situs berita dan akun palsu sebarkan disinformasi terhadap Taiwan

15/01/2026 17:40(Diperbaharui 15/01/2026 17:40)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. Sumber Gambar : Shutterstock)
Gambar hanya untuk tujuan ilustrasi. Sumber Gambar : Shutterstock)

Taipei, 13 Jan. (CNA) Badan intelijen tertinggi Taiwan pada hari Minggu (11/1)mengatakan bahwa penelitian mereka menunjukkan bahwa Tiongkok telah menggunakan perusahaan teknologi informasi dan pemasaran Tiongkok untuk membuat situs berita palsu, mengelola akun, serta mengumpulkan dan menyebarkan informasi yang salah, sebagai bagian dari perang kognitifnya terhadap Taiwan.

Biro Keamanan Nasional (NSB) merilis temuan dalam analisis yang baru saja diselesaikan mengenai "Taktik perang kognitif Republik Rakyat Tiongkok (RRT) terhadap Taiwan pada tahun 2025."

Pada tahun 2025, tim pengumpul intelijen nasional Taiwan mengidentifikasi lebih dari 45.000 akun media sosial palsu dan lebih dari 2,314 juta konten disinformasi yang disebarkan menggunakan taktik tersebut, kata NSB dalam laporannya.

Disinformasi ini disebarkan oleh akun palsu dan/atau bot yang disewa oleh perusahaan TI Tiongkok yang telah membuat basis data dan sedang mengembangkan program otomatis untuk mengelolanya, di bawah instruksi Departemen Publisitas Pusat RRT dan Kementerian Keamanan Publik (MPS), menurut NSB.

Departemen Publisitas Pusat dan MPS juga memanfaatkan perusahaan pemasaran seperti Haixunshe, Haimai, dan Huya untuk membuat situs berita palsu guna menyebarkan narasi yang sejalan dengan sikap resmi Tiongkok.

Sementara itu, Beijing telah mendukung perusahaan pemasaran Tiongkok, Wubianjie Group, dalam mengoperasikan content farm melalui halaman penggemar Facebook yang cenderung memposting artikel sensasional untuk menarik klik, menurut NSB.

Setelah menarik pengikut dengan konten ringan yang bersifat umpan klik, unggahan mereka kemudian beralih ke konten politik untuk memengaruhi persepsi publik Taiwan, kata NSB.

Dengan cara ini, Tiongkok bertujuan untuk mencapai tujuannya dalam memperdalam perpecahan internal di Taiwan, melemahkan semangat rakyat Taiwan untuk melawan, memengaruhi kemauan sekutu untuk mendukung Taiwan saat dibutuhkan, dan memenangkan dukungan rakyat Taiwan demi keuntungan RRT, tambah NSB.

Untuk melawan perang kognitif RRT, NSB mengatakan pihaknya bekerja sama erat dengan unit pemerintah terkait dan meningkatkan upaya untuk bekerja sama dengan organisasi pemeriksa fakta serta operator platform media sosial, mendesak mereka untuk secara tepat mengungkap dan menghapus informasi palsu.

Di tingkat global, NSB mengatakan selama setahun terakhir, mereka telah mengadakan lebih dari 80 dialog keamanan dan konferensi berbagi intelijen dengan mitra internasional, untuk memperluas jaringan kerja sama di komunitas demokratis guna melawan perang kognitif Tiongkok.

(Oleh Joseph Yeh dan Muhammad Irfan)

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.