Taipei, 26 Nov. (CNA) Sembilan warga negara Indonesia (WNI) menerima penghargaan untuk pekerja migran dari Departemen Ketenagakerjaan Kota Taipei, dalam upacara penyerahan pada Rabu (26/11).
Salah satunya, Sutiyani, perawat yang telah telah bekerja di Taiwan selama 17 tahun, meraih peringkat pertama penghargaan pekerja migran teladan, menurut departemen tersebut.
Ia merawat nenek penderita penyakit jantung yang jarang keluar rumah, berinisiatif tinggi, memanfaatkan video senam lansia di platform daring untuk menemani pasien berolahraga di rumah, juga belajar memasak hidangan lokal, serta aktif mempelajari bahasa Mandarin dan Hokkien Taiwan, kata departemen tersebut.
Sutiyani dan tujuh WNI lainnya, Eny Ernawati, Musaidah, Aspuriyah, Nina Astriani, Dimit Traliani, Sutiah, dan Ribut Puji Lestari, termasuk dalam 12 peraih penghargaan pekerja migran teladan di Taipei, menurut departemen tersebut.
Sementara itu, Siti Anisah, WNI lainnya, menjadi satu dari tiga peraih penghargaan motivasi bagi pekerja migran, menurut departemen ketenagakerjaan.
Dalam upacara Rabu, juga ada penghargaan untuk 15 pekerja disabilitas dan pemberi kerja, 18 tenaga profesional layanan rehabilitasi kerja, sepuluh perusahaan pemekerja penyandang disabilitas, sembilan lembaga pelatihan pekerjaan difabel, serta 35 bengkel kerja terlindung.
Salah satu peraih penghargaan pekerja disabilitas teladan, Shen Chia-yu (沈嘉渝), seorang penyandang atrofi pada tangan, mengatakan kepada CNA ia telah bekerja di Spring City Resort selama lima tahun, setelah sempat bekerja di tempat penjualan mobil bekas sebagai staf akuntansi, penjualan, dan resepsionis.
Ketika mendapatkan kesempatan kerja untuk pertama kali di industri perhotelan, kata Shen (31), ia langsung menyukainya. Ia senang bisa berinteraksi dengan para tamu dari berbagai negara dan sering mendapat tanggapan positif dari mereka.
Shen mengatakan bahwa ketika mengetahui banyak tamu dari Korea, ia mulai belajar bahasa Korea secara otodidak lewat menonton video. Sekarang, ia sudah dapat berkomunikasi lisan dengan para tamu, dan akan mengikuti tes kemampuan bahasa.
Wakil Kepala Kantor Pekerja Migran dan Disabilitas Kota Taipei, Yeh Ssu-yen (葉思延), mengatakan bahwa Shen adalah pribadi yang sangat ceria dan positif.
Wakil Wali Kota Taipei Chang Wen-te (張溫德) mengatakan hasil baik dalam hubungan industrial dewasa ini tercapai karena pihak perusahaan bersedia menyesuaikan alur kerja dan memperbaiki lingkungan kerja untuk menyediakan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.
Menghadapi kebutuhan masyarakat akan pekerja migran, kata Chang, pemerintah kota juga perlu membangun lingkungan layanan multibahasa, akan terus memberikan subsidi anggaran dan menyempurnakan regulasi serta mendorong perusahaan dan lembaga untuk terus mempromosikan lingkungan kerja yang ramah.
(Oleh Yang Shu-min dan Jason Cahyadi)
Selesai/ja