LSM: 18,6% siswa sekolah menengah Taiwan alami perundungan siber

29/11/2025 09:12(Diperbaharui 29/11/2025 12:05)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : CWLF)
(Sumber Foto : CWLF)

Taipei, 29 Nov. (CNA) Sebuah survei menemukan bahwa 18,6 persen siswa SMP dan SMA di Taiwan telah mengalami perundungan siber, dan ancaman perundungan telah melampaui lingkungan sekolah, menurut Child Welfare League Foundation (CWLF) yang berbasis di Taipei.

Laporan tersebut, yang didasarkan pada 21.539 tanggapan sah secara nasional yang dikumpulkan dari 11-30 September, juga menunjukkan bahwa 40,7 persen responden pernah mendengar tentang insiden perundungan siber, dengan jenis yang paling umum termasuk mempermalukan di grup obrolan kelas, pengucilan dari grup daring, dan penyebaran percakapan pribadi untuk bahan ejekan.

Di antara mereka yang disurvei, 7,5 persen mengalami lebih dari tiga bentuk serangan, dengan tingkat perundungan daring yang dilaporkan lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki, kata yayasan tersebut.

Yang membuat tren ini semakin mengkhawatirkan adalah 39,4 persen siswa tidak mengambil tindakan apa pun saat menyaksikan perundungan siber, yang berpotensi membuat isolasi dan ketidakpedulian menjadi "bentuk kerugian sekunder," kata CWLF.

Survei menemukan bahwa perundungan siber berdampak serius pada siswa.

Dari para korban, 15,1 persen pernah berpikir untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri, sementara 48,9 persen menunjukkan tanda-tanda kecemasan sosial atau menghindari interaksi sosial, 45,4 persen melaporkan gejala fisik seperti insomnia dan sakit kepala, dan 42,2 persen merasa tidak berharga atau mengalami harga diri rendah, menurut survei tersebut.

CWLF memperingatkan bahwa penggunaan internet yang berlebihan di kalangan siswa telah mendorong perundungan ke media sosial dan platform pesan, sehingga memungkinkan penyebaran yang lebih luas dan bertahan lebih lama, yang mengakibatkan kerugian yang lebih luas dan berkepanjangan bagi korban.

Yayasan tersebut mengutip survei sebelumnya terhadap 6.122 siswa SMP dan SMA di Taiwan, yang menunjukkan bahwa 84,6 persen menggunakan media sosial setiap hari, dengan lebih dari 20 persen menghabiskan hampir sepanjang hari secara daring.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa perhatian dari orang tua bisa lebih membantu daripada tindakan pengendalian seperti membatasi waktu layar, dengan mencatat bahwa anak-anak dengan orang tua yang "sangat perhatian" melaporkan lebih sedikit insiden dan lebih bersedia membicarakan masalah mereka.

Para saksi perundungan siber didesak untuk mencari bantuan dan memberikan dukungan, serta merekomendasikan agar orang tua dan guru membantu anak-anak mengembangkan cara mengelola emosi dan keterampilan sosial sambil menunjukkan rasa kasih sayang.

CWLF menyediakan saluran konsultasi anti-perundungan (04-2202-5399#4) dan akun resmi Line (@antibullying). 

(Oleh Wu Hsin-yun, Hsiao Hsu-chen, dan Jennifer Aurelia)  

>Versi Bahasa Inggris

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.