MOA: Cita rasa budidaya kiwi Taiwan lebih unggul dari impor

15/11/2025 13:04(Diperbaharui 15/11/2025 13:04)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : MDARS)
(Sumber Foto : MDARS)

Taipei, 15 Nov. (CNA) Kiwi hasil budidaya Taiwan dipanen ketika telah mencapai tingkat kematangan 90 persen hingga sepenuhnya matang, sehingga rasio manis-asamnya lebih seimbang dan cita rasanya lebih unggul daripada kiwi impor, kata Kementerian Pertanian (MOA) baru-baru ini.

Dalam rilis pers pada Senin (10/11), Stasiun Penelitian dan Penyuluhan Pertanian Distrik Miaoli (MDARS) MOA menjelaskan bahwa kiwi mulai memasuki musim panen sejak pertengahan September, dan karena jumlahnya sedikit, produksi lokal sangat diminati di pasar.

Kiwi tumbuh baik di daerah beriklim sejuk, sehingga di Taiwan ditanam pada ketinggian di atas 1.000 meter, terutama di wilayah Desa Dahu , Kabupaten Miaoli; Desa Jianshi, Kabupaten Hsinchu; dan wilayah Lishan, Taichung, kata lembaga itu.

Petani di daerah-daerah tersebut menerapkan metode ramah lingkungan, bahkan banyak yang tidak menggunakan pestisida atau pupuk kimia, guna melestarikan ekosistem alami dan menghasilkan kiwi Taiwan dengan rasa khas serta kualitas yang aman dikonsumsi, lanjut MDARS.

MDRAS menjelaskan bahwa kiwi impor, karena harus melalui proses pengiriman jarak jauh, biasanya dipanen sebelum benar-benar matang, sementara produksi Taiwan dibiarkan matang di pohon hingga kadar gula meningkat dan teksturnya lebih lembut, menciptakan kombinasi rasa manis dan asam yang sempurna.

Lembaga tersebut menyarankan masyarakat yang membeli kiwi Taiwan mematangkan buah di rumah dengan menaruhnya bersama apel atau pisang dalam kantong kertas pada suhu ruang selama 1–3 hari.

Setelah kiwi menjadi lunak, sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan di lemari pendingin untuk menjaga kesegarannya selama 1–2 minggu, lanjut MDARS.

Menurut data MOA, produksi kiwi di Taiwan pada 2024 mencapai sekitar 133 ton, sementara impor mencapai lebih dari 30.000 ton, yang berasal dari Selandia Baru, serta sebagian kecil dari Italia, Tiongkok, Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.

Wakil Kepala MDARS Chung Kuo-hsiung (鍾國雄) mengatakan bahwa karena produksinya terbatas, harga kiwi lokal relatif lebih tinggi dibandingkan produk impor.

Namun, kata Chung, pihaknya tengah mendorong petani untuk memperluas penanaman dan mengajak masyarakat lebih banyak mengonsumsi kiwi Taiwan, tidak hanya untuk mendukung pertanian lokal, tetapi juga sebagai langkah kecil mengurangi jejak karbon dari impor buah.

(Oleh Wang Shu-fen dan Agoeng Sunarto)

Selesai/JC

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.