Perawatan jangka panjang 3.0 Taiwan akan longgarkan persyaratan usia

11/04/2025 20:08(Diperbaharui 11/04/2025 20:08)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

Forum UU Layanan Perawatan Jangka Panjang hari Jumat. (Sumber Foto : CNA, 11 April 2025)
Forum UU Layanan Perawatan Jangka Panjang hari Jumat. (Sumber Foto : CNA, 11 April 2025)

Taipei, 11 Apr. (CNA) Program layanan perawatan jangka panjang 3.0 Taiwan yang akan diluncurkan tahun depan akan disertai pelonggaran batasan usia serta pencakupan penderita disabilitas akibat demensia di bawah usia 50 tahun dan pasien stroke di bawah 65 tahun, kata pejabat hari Jumat (11/4).

Kepala Departemen Perawatan Jangka Panjang Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Chu Chien-fang (祝健芳) dalam forum undang-undang terkait menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas kelompok penerima manfaat.

Terkait penderita stroke dini, ia menjelaskan bahwa penggunaan sumber daya untuk kelompok muda dan produktif, yang merupakan kekuatan ekonomi penting bagi negara, harus menjadi prioritas, untuk segera memungkinkan mereka kembali bekerja.

Oleh karena itu, ke depannya kriteria usia tidak akan lagi menjadi acuan, ujarnya, menambahkan bahwa warga akan dimasukkan dalam cakupan layanan program ini selama telah menjalani perawatan terpadu pascaakut (PAC) dan hasil evaluasi menunjukkan adanya disabilitas.

Mengenai demensia dini, Chu menjelaskan bahwa jika penderita telah mengalami disabilitas, individu tersebut akan diperlakukan sama seperti penderita berusia di atas 50 tahun dan langsung dicakup dalam sistem layanan.

Sementara itu, jika belum mengalami disabilitas, individu tersebut dianjurkan untuk mengakses layanan di pusat-pusat pelayanan demensia, lanjutnya.

Mengenai kondisi layanan perawatan jangka panjang saat ini, Chu menyatakan bahwa akan ada pembahasan penyesuaian dalam regulasi guna mengurangi beban petugas di lapangan.

Ini dilakukan sebagai tanggapan dari beberapa pemerintah daerah yang menyampaikan bahwa evaluasi ulang tahunan terhadap pengguna program ini sering menimbulkan ketegangan, karena beberapa lansia marah sebab merasa jatah layanan mereka berkurang.

Wakil Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Lue Jen-der (呂建德) menyampaikan bahwa program ini akan diberlakukan tahun depan dengan fokus pada integrasi layanan perawatan dan medis, promosi perawatan paliatif, peningkatan pemulihan, serta penguatan subsidi teknologi perawatan dan alat bantu.

(Oleh Tseng Yi-ning dan Jason Cahyadi)

Selesai/ML

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.