Imigran baru perkenalkan Hari Anak Indonesia ke keluarga New Taipei

01/04/2026 16:22(Diperbaharui 01/04/2026 16:22)

Untuk mengaktivasi layanantext-to-speech, mohon setujui kebijakan privasi di bawah ini terlebih dahulu

(Sumber Foto : Kantor Layanan New Taipei NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan New Taipei NIA)

Taipei, 1 Apr. (CNA) Seorang imigran baru memperkenalkan Hari Anak Nasional Indonesia dalam sebuah seminar edukasi keluarga di New Taipei, mengajak masyarakat lebih memahami kondisi geografis dan budaya Nusantara sekaligus meningkatkan pemahaman dan rasa hormat atas keberagaman etnis, kata Direktorat Jenderal Imigrasi (NIA).

Berbeda dengan Taiwan yang merayakannya pada 4 April dan menetapkannya sebagai hari libur nasional, Hari Anak di Indonesia diperingati setiap 23 Juli, dengan berbagai kegiatan seperti pertunjukan bakat, membaca, serta lomba-lomba yang menyenangkan, kata Emy, imigran baru yang menjadi pengajar bahasa yang bersertifikat.

Beberapa kegiatan yang cukup khas, ucapnya, termasuk lomba gigit sendok hingga makan kerupuk. Dengan penjelasan yang hidup dan interaktif dari Emy, suasana di lokasi menjadi sangat meriah dan penuh tawa, kata NIA selaku penyelenggara kegiatan, dalam sebuah rilis pers hari Rabu (1/4).

Selain budaya perayaan, Emy juga membagikan informasi mengenai kondisi geografis, jumlah penduduk, serta kehidupan belajar para siswa di Indonesia, serta mengajarkan dasar-dasar bahasa sehari-hari seperti sapaan "apa kabar".

(Sumber Foto : Kantor Layanan New Taipei NIA)
(Sumber Foto : Kantor Layanan New Taipei NIA)

Para orang tua imigran baru yang mengikuti seminar ini memberikan tanggapan bahwa melalui penjelasan "yang menarik" dari Emy, mereka baru menyadari betapa berbedanya budaya Hari Anak di kedua negara, kata NIA.

Hal ini tidak hanya membuat anak-anak semakin penasaran terhadap kehidupan masa kecil teman sebaya mereka di Indonesia, tetapi juga membuat para orang tua merasakan keunikan dan kehangatan budaya asing, menurut NIA.

Kepala Kantor Layanan New Taipei NIA Cheng Yao-ne (鄭曜䅞) mengatakan bahwa penyelenggaraan seminar edukasi seperti ini diharapkan dapat membangun jembatan komunikasi lintas budaya bagi keluarga imigran baru.

Dengan mengenal budaya perayaan seperti Hari Anak Nasional di Indonesia "yang kaya akan makna", masyarakat tidak hanya dapat memperluas wawasan internasional, tetapi juga mendorong terciptanya rasa saling pengertian dan penghormatan antarkelompok di Taiwan.

(Oleh Jason Cahyadi)

Selesai/ja

How mattresses could solve hunger
0:00
/
0:00
Kami menghargai privasi Anda.
Fokus Taiwan (CNA) menggunakan teknologi pelacakan untuk memberikan pengalaman membaca yang lebih baik, namun juga menghormati privasi pembaca. Klik di sini untuk mengetahui lebih lanjut tentang kebijakan privasi Fokus Taiwan. Jika Anda menutup tautan ini, berarti Anda setuju dengan kebijakan ini.
Diterjemahkan oleh AI, disunting oleh editor Indonesia profesional.