Taipei, 5 Apr. (CNA) Seekor beruang hitam Formosa jantan dan betina baru-baru ini berhasil diselamatkan dari perangkap jerat di Kabupaten Taitung dan dilepaskan kembali ke alam liar, kata Direktorat Jenderal Konservasi Hutan dan Alam.
Ini menandai penyelamatan simultan dua beruang untuk pertama kalinya, yang terjadi pada pukul 2 siang pada hari Senin (31/3) ketika tim patroli dari Desa Yanping menemukan hewan-hewan tersebut di persimpangan antara cadangan penduduk asli dan hutan milik negara, yang terletak 725 meter di atas permukaan laut, kata ditjen tersebut.
Beruang jantan tersebut berbobot 60 kilogram, sementara beruang betina berbobot 43 kilogram, kata ditjen tersebut, menambahkan bahwa kedua hewan tersebut terjebak di jerat dengan kaki depan kiri mereka, yang berjarak sekitar 10 meter.
Untungnya, luka-luka yang dialami beruang itu ringan, dan setelah menerima perawatan di tempat serta membersihkan luka-luka mereka, hingga dipantau sampai efek anestesinya hilang, katanya.
Setelah bangun, beruang tersebut berjalan dan dengan aman kembali ke habitat alami mereka, kata ditjen tersebut.
Penyelamatan ini merupakan tonggak penting bagi komunitas setempat, karena ini adalah pertama kalinya dua beruang hitam Formosa berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke alam liar, kata badan tersebut.
Seorang anggota suku dari tim penyelamat mengungkapkan rasa lega dan bangga, dengan berkata, "Kami senang kami telah melakukan hal yang benar. Kami membantu tetangga kami, beruang, untuk kembali dengan aman ke rumah mereka."
Mengingat kehadiran beruang hitam Formosa yang semakin meningkat di daerah dataran rendah dan pemukiman, badan tersebut mengatakan akan terus menyediakan peralatan berburu yang ditingkatkan kepada petani lokal dan suku untuk membantu mengelola satwa liar lainnya tanpa merusak beruang yang dilindungi.
Selesai/IF/JC